BANDUNG | ONEDIGINEWS.COM – Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat memastikan penyaluran bantuan sosial bagi seluruh kepala keluarga (KK) yang terdampak penutupan sementara aktivitas tambang dan angkutan material di Kecamatan Parungpanjang, Cigudeg, dan Rumpin, Kabupaten Bogor. Total penerima mencapai 15.293 KK.
Hingga Desember 2025, bantuan sosial sebesar Rp3 juta per KK telah disalurkan kepada 2.938 keluarga terdampak, yang dibagi dalam dua tahap.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jawa Barat, Mochamad Ade Afriandi, menjelaskan bahwa pada tahap I bantuan diberikan kepada 928 KK di lima desa Kecamatan Parungpanjang, yaitu Desa Cibunar, Lumpang, Gorowong, Dago, dan Jagabaya.
Pada tahap II, bantuan disalurkan kepada 2.010 KK yang tersebar di empat desa Kecamatan Cigudeg—yakni Desa Bunar, Cintamanik, Mekarjaya, dan Tegallega—serta empat desa di Kecamatan Rumpin, yaitu Desa Rumpin, Sukasari, Sukamulya, dan Mekarsari.
Ade memastikan bahwa sisa penerima akan mendapatkan bantuan pada 2026 melalui tahap III dan IV.
“Masyarakat yang belum menerima bantuan pada 2025 dipastikan akan mendapatkannya pada tahun 2026,” kata Ade, Rabu (14/1/2026).
Rinciannya, tahap III akan menyasar 6.216 KK di Kecamatan Cigudeg dan Rumpin, sedangkan tahap IV mencakup 9.077 KK di Parungpanjang, Cigudeg, dan Rumpin.
Sebagai informasi, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah menutup sementara aktivitas tambang Parungpanjang melalui surat bernomor 7920/ES.09/PEREK tertanggal 25 September 2025, menyusul dampak kerusakan lingkungan yang mengancam keselamatan masyarakat.





