spot_img
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img
spot_img
spot_img

POS TERKAiT

Dorong Budaya Hidup Sehat, BPJS Kesehatan Lari Bareng Komunitas di Jatinangor  

spot_img

JATINANGOR , SUMEDANG | ONEDIGINEWS.COM| 7/6/2026 – BPJS Kesehatan terus mendorong perubahan perilaku hidup sehat sebagai fondasi utama pembangunan kesehatan nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan pada kegiatan Masoem Run 2026 di Jatinangor Kabupaten Sumedang.

Asisten Deputi Bidang Sumber Daya Manusia, Umum dan Komunikasi Kedeputian Wilayah V BPJS Kesehatan, Ropik Patriana menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengajak masyarakat membangun kebiasaan hidup sehat yang dimulai dari langkah-langkah kecil, seperti lebih aktif bergerak, rutin berolahraga, serta menjaga pola makan dan istirahat yang seimbang, Minggu (7/6).

“Kesehatan adalah investasi yang dimulai dari langkah kecil. Ketika masyarakat membiasakan diri untuk hidup sehat, aktif bergerak, dan menjaga keseimbangan hidup, maka kualitas hidup dan produktivitas bangsa akan ikut meningkat,” ujar Ropik.

Lebih lanjut, Ropik mengatakan bahwa BPJS Kesehatan menghadirkan upaya promotif dan preventif melalui Program Prolanis Muda sebagai salah satu Quick Wins yang menyasar generasi produktif. Program ini dirancang untuk menjawab tantangan meningkatnya penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes melitus, yang kini juga banyak dialami oleh masyarakat usia di bawah 45 tahun.

“Penerapan gaya hidup sehat perlu menjadi budaya yang tumbuh di tengah masyarakat. Melalui kegiatan berbasis komunitas seperti ini, kami berharap semakin banyak generasi muda yang terdorong untuk aktif bergerak dan menjaga kesehatannya. Mengingat penyakit kronis kini semakin banyak ditemukan pada usia produktif, upaya promotif dan preventif harus dilakukan lebih awal dengan pendekatan yang sesuai dengan karakter masyarakat saat ini,” tambah Ropik.

Per 1 Mei 2026, kepesertaan Program JKN telah mencapai lebih dari 284,4 juta jiwa atau setara 98 persen lebih penduduk Indonesia. Selain itu, BPJS Kesehatan telah menjalin kerja sama dengan 23.623 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), serta 3.206 rumah sakit dan klinik utama.

“Membangun masyarakat yang sehat harus dimulai dari kesadaran untuk menjaga kesehatan sejak dini. Setiap kebiasaan positif yang dilakukan secara konsisten akan memberikan manfaat besar di masa depan. Semangat ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, unggul, dan produktif sebagai modal utama pembangunan bangsa,” kata Ropik.

Pada kegiatan tersebut, BPJS Kesehatan juga menghadirkan layanan BPJS Keliling guna mempermudah akses layanan administrasi bagi masyarakat secara langsung. Kehadiran layanan BPJS Keliling ini merupakan bagian dari komitmen BPJS Kesehatan dalam mendekatkan pelayanan kepada peserta Program JKN agar semakin mudah dan cepat.

 

“BPJS Kesehatan mengapresiasi Masoem University atas terselenggaranya kegiatan ini serta dukungan berbagai pihak. Ke depan, BPJS Kesehatan akan terus mendorong penguatan ekosistem JKN melalui inovasi layanan dan pendekatan promotif preventif guna mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih sehat, produktif, dan berdaya saing,” tutur Ropik.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Al Masoem, Ceppy Nasahi Masoem, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi dan kolaborasi antara Masoem University, BPJS Kesehatan, serta berbagai stakeholder dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing. Menurutnya, investasi pada sumber daya manusia tidak hanya dilakukan melalui pendidikan, tetapi juga melalui penguatan kesehatan masyarakat sebagai fondasi utama untuk menciptakan generasi yang sehat, produktif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

“Olahraga merupakan salah satu sarana penting untuk menjaga kesehatan fisik dan mental masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat didorong untuk membiasakan pola hidup sehat yang pada akhirnya dapat meningkatkan produktivitas serta kualitas hidup,” tegas Ceppy.

Ceppy juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari gerakan bersama dalam menciptakan masyarakat yang tidak hanya maju secara pendidikan, tetapi juga kualitas kesehatan masyarakatnya.

“Pada akhirnya, kualitas suatu bangsa ditentukan oleh kualitas manusianya. Karena itu, membangun masyarakat yang sehat merupakan langkah strategis untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul, produktif, dan mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik,” tutup Ceppy.

 

Reporter : Rizy PrasetyoJATINANGOR , SUMEDANG | ONEDIGINEWS.COM| 7/6/2026 – BPJS Kesehatan terus mendorong perubahan perilaku hidup sehat sebagai fondasi utama pembangunan kesehatan nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan pada kegiatan Masoem Run 2026 di Jatinangor Kabupaten Sumedang.

Asisten Deputi Bidang Sumber Daya Manusia, Umum dan Komunikasi Kedeputian Wilayah V BPJS Kesehatan, Ropik Patriana menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengajak masyarakat membangun kebiasaan hidup sehat yang dimulai dari langkah-langkah kecil, seperti lebih aktif bergerak, rutin berolahraga, serta menjaga pola makan dan istirahat yang seimbang, Minggu (7/6).

“Kesehatan adalah investasi yang dimulai dari langkah kecil. Ketika masyarakat membiasakan diri untuk hidup sehat, aktif bergerak, dan menjaga keseimbangan hidup, maka kualitas hidup dan produktivitas bangsa akan ikut meningkat,” ujar Ropik.

Lebih lanjut, Ropik mengatakan bahwa BPJS Kesehatan menghadirkan upaya promotif dan preventif melalui Program Prolanis Muda sebagai salah satu Quick Wins yang menyasar generasi produktif. Program ini dirancang untuk menjawab tantangan meningkatnya penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes melitus, yang kini juga banyak dialami oleh masyarakat usia di bawah 45 tahun.

“Penerapan gaya hidup sehat perlu menjadi budaya yang tumbuh di tengah masyarakat. Melalui kegiatan berbasis komunitas seperti ini, kami berharap semakin banyak generasi muda yang terdorong untuk aktif bergerak dan menjaga kesehatannya. Mengingat penyakit kronis kini semakin banyak ditemukan pada usia produktif, upaya promotif dan preventif harus dilakukan lebih awal dengan pendekatan yang sesuai dengan karakter masyarakat saat ini,” tambah Ropik.

Per 1 Mei 2026, kepesertaan Program JKN telah mencapai lebih dari 284,4 juta jiwa atau setara 98 persen lebih penduduk Indonesia. Selain itu, BPJS Kesehatan telah menjalin kerja sama dengan 23.623 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), serta 3.206 rumah sakit dan klinik utama.

“Membangun masyarakat yang sehat harus dimulai dari kesadaran untuk menjaga kesehatan sejak dini. Setiap kebiasaan positif yang dilakukan secara konsisten akan memberikan manfaat besar di masa depan. Semangat ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, unggul, dan produktif sebagai modal utama pembangunan bangsa,” kata Ropik.

Pada kegiatan tersebut, BPJS Kesehatan juga menghadirkan layanan BPJS Keliling guna mempermudah akses layanan administrasi bagi masyarakat secara langsung. Kehadiran layanan BPJS Keliling ini merupakan bagian dari komitmen BPJS Kesehatan dalam mendekatkan pelayanan kepada peserta Program JKN agar semakin mudah dan cepat.

 

“BPJS Kesehatan mengapresiasi Masoem University atas terselenggaranya kegiatan ini serta dukungan berbagai pihak. Ke depan, BPJS Kesehatan akan terus mendorong penguatan ekosistem JKN melalui inovasi layanan dan pendekatan promotif preventif guna mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih sehat, produktif, dan berdaya saing,” tutur Ropik.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Al Masoem, Ceppy Nasahi Masoem, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi dan kolaborasi antara Masoem University, BPJS Kesehatan, serta berbagai stakeholder dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing. Menurutnya, investasi pada sumber daya manusia tidak hanya dilakukan melalui pendidikan, tetapi juga melalui penguatan kesehatan masyarakat sebagai fondasi utama untuk menciptakan generasi yang sehat, produktif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

“Olahraga merupakan salah satu sarana penting untuk menjaga kesehatan fisik dan mental masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat didorong untuk membiasakan pola hidup sehat yang pada akhirnya dapat meningkatkan produktivitas serta kualitas hidup,” tegas Ceppy.

Ceppy juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari gerakan bersama dalam menciptakan masyarakat yang tidak hanya maju secara pendidikan, tetapi juga kualitas kesehatan masyarakatnya.

“Pada akhirnya, kualitas suatu bangsa ditentukan oleh kualitas manusianya. Karena itu, membangun masyarakat yang sehat merupakan langkah strategis untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul, produktif, dan mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik,” tutup Ceppy.

 

Reporter : Rizy Prasetyo

Popular Articles

Popular Articles