spot_img
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

POS TERKAiT

Warga Karawang Keluhkan Serangan Hama Kutu dari Gudang Genesis, Begini Tanggapan Resmi Perum Bulog

spot_img

KARAWANG | ONEDIGINEWS.COM – Keberadaan gudang sewa milik Perum Bulog di kawasan Genesis, Karawang, menjadi sorotan setelah munculnya keluhan masyarakat terkait invasi hama kutu yang merambah ke pemukiman.

Menanggapi hal tersebut, Rafki Ismael memberikan penjelasan mendalam mengenai sistem operasional, perawatan stok, hingga birokrasi penanganan dampak lingkungan.

BULOG Karawang menjelaskan bahwa Gudang Genesis bukan hanya menampung stok lokal, melainkan menjadi pusat logistik strategis bagi Kantor Wilayah (Kanwil) Jawa Barat. Kapasitasnya yang luas, mencapai lebih dari 50 hektar, menampung beras dari berbagai kantor cabang.

“Gudang Genesis itu memang betul gudang sewa milik Perum Bulog, sudah kurang lebih satu tahun lebih kita sewa. Penyewaan dilakukan di Kanwil Jabar” ujarnya saat ditemui di kantor Bulog, Selasa (28/6/2026).

Terkait keluhan kutu yang masuk ke rumah warga, Rafki Ismael memaparkan bahwa pihaknya menjalankan Perawatan Hama Gudang Terpadu (PHGT).

Namun, ia menekankan bahwa tanggung jawab operasional berada di tangan pihak ketiga.

“Gudang itu dikelola oleh PT BGR. Kami sewa gudang beserta jasa pergudangannya, jadi kepala gudangnya juga dari PT BGR. Untuk pemberantasan hama, kami bekerja sama dengan Unit Bisnis Jasa Pemberantasan Hama (UB Jastasma) dari Bandung,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa proses spraying dilakukan setiap bulan dan fumigasi dilakukan setiap tiga bulan atau disesuaikan dengan kebutuhan, bisa lebih cepat.

Namun, faktor alam menjadi kendala tersendiri. “Kutu bisa terbawa angin ke mana-mana. Kami sedang menelusuri juga terkait keluhan tersebut kutu itu dari mana,” tambahnya.

Mengenai laporan warga soal aktivitas bongkar muat dan penggantian karung (re-bagging) hingga tengah malam, Rafki Ismael menegaskan bahwa hal tersebut merupakan bagian dari percepatan pemenuhan target pemerintah.

“Bukan karena ingin sembunyi-sembunyi, kegiatan dilaksanakan pagi hingga malam disesuaikan dengan kebutuhan operasional. Bulog mendapatkan target besar dari pemerintah untuk penyerapan 4 juta ton secara nasional. Untuk mengejar percepatan target pengadaan masuk ke gudang, serta untuk pemenuhan penyaluran Bantuan Pangan, Pihak Gudang terkadang memberlakukan dua shift kerja karena jumlah buruh yang terbatas,” tegasnya.

Ia juga mengklarifikasi bahwa proses ganti karung merupakan prosedur resmi untuk distribusi bantuan.

“Namanya re-bagging, bukan re-packing. Kita pengadaan dari petani masuk gudang dalam kemasan 50 kg, sementara bantuan pangan itu kemasannya 10 kg. Instruksi penyaluran terkadang mendadak, sehingga gudang harus bekerja ekstra agar beras siap tepat waktu.” imbuhnya lagi.

Di sisi lain, Rafki Ismael mengklaim Bulog telah berupaya hadir bagi petani lokal, terutama saat musibah banjir melanda Karawang pada awal tahun 2026.

“Hampir seluruh beras dari wilayah yang terdampak banjir itu kami serap semua ke Bulog untuk membantu petani,” katanya.

Namun, untuk penanganan langsung terhadap warga terdampak kutu melalui dana CSR (Tanggung Jawab Sosial Lingkungan), bulog menyebutkan bahwa kebijakan dan anggaran dilaksanakan secara ter pusat.

Masyarakat atau pemerintah kelurahan atau desa bisa mengajukan permohonan secara formal.

“Terkait CSR, masyarakat bisa mengajukan permohonan ke kami, nanti kami eskalasi ke pusat. Kami berterima kasih atas informasi dari media dan Babinsa. InsyaAllah dalam minggu ini, kami akan coba datang langsung menemui warga dan berkoordinasi dengan pihak terkait,” pungkasnya.

Reporter: Nina Melani Paradewi

Popular Articles

Popular Articles