spot_img
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img
spot_img
spot_img

POS TERKAiT

18 Hari Dirawat di NICU RS Hermina Karawang, Bayi Prematur Akhirnya Pulang ke Pelukan Keluarga

spot_img

KARAWANG | ONEDIGINEWS.COM | Suasana haru dan bahagia menyelimuti momen kepulangan seorang bayi prematur dari ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) RS Hermina Karawang. Setelah menjalani perawatan dan pemantauan intensif selama 18 hari, bayi yang lahir dalam kondisi prematur akhirnya diperbolehkan pulang dan kembali berkumpul bersama keluarganya.

 

Bayi tersebut lahir pada usia kehamilan sekitar 30–31 minggu. Kondisi prematur membuat sang bayi membutuhkan perhatian dan penanganan khusus karena organ tubuhnya masih dalam tahap perkembangan. Selama berada di ruang NICU, kondisi bayi dipantau secara berkala oleh tim medis untuk memastikan perkembangan dan kesehatannya.

 

Kepala Ruangan NICU RS Hermina Karawang, Sister Anita, menyampaikan bahwa bayi tersebut telah menjalani perawatan selama 18 hari sebelum akhirnya dapat pulang bersama keluarganya.

 

“Selamat pagi, saya Sister Anita, Kepala Ruangan NICU dan Perina. Hari ini bayi Perina pulang setelah dilakukan perawatan selama 18 hari dengan kondisi bayi prematur 30–31 minggu,” ujar Sister Anita.

 

Ia berharap bayi tersebut dapat terus tumbuh dan berkembang dengan sehat setelah kembali ke rumah. Keluarga juga diimbau untuk tetap melakukan pemeriksaan dan kontrol secara rutin guna memantau kondisi serta tumbuh kembang sang buah hati.

 

“Semoga dede sehat selalu dan tetap rutin kontrol ke Hermina Karawang,” tambahnya.

 

Sementara itu, orang tua bayi Hawarizmi turut menceritakan pengalaman mereka selama mendampingi sang buah hati menjalani perawatan di NICU. Menurutnya, bayi Hawarizmi telah menjalani perawatan selama 19 hari sejak dilahirkan karena memiliki berat badan yang kurang.

 

“Halo, selamat pagi. Kami orang tua dari bayi Hawarizmi yang telah 19 hari dirawat di NICU semenjak lahir karena berat badan bayi kami yang kurang,” tuturnya.

 

Selama berada di RS Hermina Karawang, keluarga mengaku mendapatkan pelayanan yang baik sejak awal proses penanganan hingga perawatan bayi. Penanganan dari tim medis, khususnya sejak berada di instalasi gawat darurat (IGD), menjadi salah satu hal yang diapresiasi oleh keluarga.

 

“Untuk pelayanan di sini yang saya rasakan, Alhamdulillah semuanya baik. Alhamdulillah IGD menangani dengan baik,” ungkapnya.

 

Ia juga menceritakan bahwa selama proses persalinan, pihak rumah sakit memberikan berbagai penanganan yang diperlukan sesuai kondisi ibu dan bayi. Termasuk pemeriksaan dan tindakan medis yang dilakukan untuk membantu memastikan kondisi bayi tetap terpantau.

 

Menurutnya, pelayanan yang diterima tidak hanya dirasakan ketika bayi menjalani perawatan di NICU, tetapi juga sejak berada di ruang persalinan hingga ruang rawat inap. Fasilitas yang tersedia di rumah sakit juga dinilai mendukung proses pemulihan ibu dan bayi.

 

“Untuk pelayanan di ruang persalinan, di ruang inapnya Alhamdulillah kami mendapatkan fasilitas yang baik. Kamarnya juga bersih dan bagus,” katanya.

 

Selama menjalani perawatan di NICU, kondisi bayi terus dipantau oleh dokter dan perawat. Perawatan tersebut menjadi bagian penting dalam membantu bayi prematur mencapai kondisi yang lebih stabil sebelum akhirnya diperbolehkan meninggalkan rumah sakit.

 

Setelah melewati masa perawatan selama hampir tiga pekan, kondisi Hawarizmi menunjukkan perkembangan yang baik. Bagi keluarga, kepulangan sang bayi menjadi momen yang sangat dinantikan setelah sebelumnya harus menjalani perawatan intensif sejak lahir.

 

“Alhamdulillah sekarang dede sudah sehat selama 19 hari di NICU,” ujarnya.

 

Keluarga juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan yang telah memberikan pelayanan dan perawatan selama bayi mereka berada di RS Hermina Karawang.

 

“Terima kasih juga untuk dokter-dokter, perawat-perawat, dan pihak-pihak rumah sakit yang bisa berkoordinasi dengan baik untuk merawat saya dan bayi saya,” ungkapnya.

 

Bagi tim NICU RS Hermina Karawang, kepulangan bayi setelah melewati masa perawatan menjadi salah satu momen yang memberikan kebahagiaan tersendiri. Pendampingan terhadap bayi prematur dan bayi dengan risiko tinggi membutuhkan perhatian, ketelitian, serta pemantauan secara berkelanjutan dari tenaga medis.

 

Ruang NICU sendiri menjadi fasilitas yang diperuntukkan bagi bayi yang membutuhkan pengawasan dan perawatan intensif, termasuk bayi yang lahir prematur atau memiliki kondisi tertentu yang memerlukan pemantauan lebih lanjut.

 

Melalui dukungan tim medis yang berpengalaman, RS Hermina Karawang berupaya memberikan perawatan secara menyeluruh bagi bayi sekaligus memberikan pendampingan kepada keluarga selama proses perawatan berlangsung.

 

Kepulangan Hawarizmi menjadi penutup dari masa perawatan intensifnya di NICU sekaligus awal perjalanan baru bersama keluarga. Setelah kembali ke rumah, orang tua diharapkan tetap memperhatikan kondisi bayi dan mengikuti jadwal kontrol yang diberikan oleh dokter untuk memastikan tumbuh kembangnya berjalan dengan baik.

 

Momen tersebut menjadi pengingat bahwa di balik perjuangan setiap bayi prematur, terdapat harapan besar dari keluarga serta kerja keras tenaga kesehatan yang mendampingi sejak awal.

 

Setiap kepulangan bayi dari ruang NICU bukan sekadar berakhirnya masa perawatan, tetapi juga menjadi sebuah kebahagiaan bagi keluarga dan tenaga medis yang telah bersama-sama melewati proses tersebut.

Karena setiap bayi berhak mendapatkan awal kehidupan yang terbaik.

Popular Articles

Popular Articles