spot_img
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img
spot_img
spot_img

POS TERKAiT

2.000 Buruh dan Mahasiswa Akan Kepung PT CSI, BAKAR Ancam Adukan Sejumlah Dugaan Pelanggaran ke Nike Global

spot_img

KARAWANG | ONEDIGINEWS.COM | Aliansi Berantas Kejahatan Atas Rakyat (BAKAR) Kabupaten Karawang memastikan bakal mengguncang kawasan industri dengan mengerahkan 2.000 massa aksi yang terdiri dari unsur pelajar, pemuda, mahasiswa, hingga korban terdampak, Senin (14/9/2026).

Aksi unjuk rasa akbar ini digelar untuk membongkar dugaan borok korporasi raksasa PT CSI Klari, mulai dari skandal mafia rekrutmen, penggelapan dana koperasi, hingga dugaan praktik lancung di tingkat manajerial.

Jenderal Lapangan BAKAR, Kelvin Hudlqof Akbar, menegaskan bahwa gelombang aksi ini merupakan bentuk kemarahan publik atas dugaan serangkaian kejahatan korporasi yang dinilai sudah sangat sistematis dan menginjak-injak aturan internal perusahaan, Komitmen Anti Gratifikasi, serta Pedoman Perilaku Nike, Inc. selaku buyer.

“Kami tidak akan tinggal diam melihat Karawang dijadikan ladang perahan oleh segelintir oknum pejabat korup! Ini bukan sekadar pelanggaran administratif, ini sudah masuk ranah kejahatan terstruktur yang merampas hak-hak rakyat lokal,” tegas Kelvin dengan nada membara saat dikonfirmasi, Minggu (13/9/2026).

Kelvin membeberkan, titik amuk massa rencananya akan diarahkan ke dua lokasi strategis. Sasaran pertama adalah Kantor Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Karawang pada pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.

Di sana, massa akan mendesak audit transparan terkait data HRD versus Wajib Laporan Ketenagakerjaan Perusahaan (WLKP), membongkar konspirasi percaloan kerja, serta mengusut tuntas penggelapan data karyawan koperasi.

“Disnakertrans harus buka-bukaan! Jangan sampai ada ‘koordinasi bawah meja’ yang melindungi para mafia calo loker. Kalau Disnakertrans menolak audit transparan bersama BAKAR, kami pastikan akan melaporkan mereka langsung ke Ombudsman RI!” geram Kelvin.

Selepas dari Kantor Disnakertrans, gelombang massa dengan membawa pengeras suara berkekuatan 10.000 watt, ban, spanduk, hingga mobil komando akan langsung mengepung gerbang logistik pabrik PT CSI di Klari mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai.

Dalam tuntutannya, BAKAR menyoroti lima pokok isu krusial. Pertama, maraknya penipuan lowongan pekerjaan bertarif puluhan juta rupiah yang dibiarkan oleh perusahaan, serta pengabaian ratusan pelamar angkatan 2024 yang telah lulus Medical Check-Up (MCU) namun di-ghosting tanpa kepastian, sementara peserta magang 2026 justru diangkat kilat menjadi karyawan tetap.

Kedua, dugaan penggelapan dana koperasi senilai miliaran rupiah melalui pencatutan data identitas karyawan fiktif dan mantan pekerja.

Ketiga, dugaan skandal amoral dan relasi kuasa di mana oknum pejabat mulai dari level Chief, Manajer, hingga Direktur diduga menjadikan jabatan untuk transaksi perselingkuhan serta politik gentong faksi dalam promosi jabatan.

Keempat, adanya dugaan indikasi pencurian material akhir pekan (weekend gate leakage) berupa kain dan aksesori resmi Nike yang dikeluarkan setiap akhir pekan tanpa prosedur kepabeanan dan surat jalan yang sah.

Kelima, dugaan adanya monopoli bisnis mulai dari kantin, konveksi, hingga vendor transporter logistik yang dikuasai oleh keluarga oknum direktur dan pejabat penting tanpa melalui proses open bidding.

“Pecat tanpa hormat seluruh manajer, direktur, HRD, hingga Danru Security yang terlibat dalam skandal amoral, penggelapan material weekend, dan monopoli bisnis! Jika pihak HQ Korea di Busan masih berani melindungi oknum-oknum violator ini, seluruh bukti autentik akan kami kirimkan langsung ke Head of Global Sustainability & Compliance Nike, Inc. di Oregon, Amerika Serikat, untuk mendesak pencabutan lisensi produksi PT CSI ini!” tandas Kelvin dengan nada tinggi.

Sementara itu, pihak manajemen PT CSI sendiri ketika dikonfirmasi sampai berita ini diturunkan belum memberikan jawaban. Konfirmasi terkait gelombang aksi dan rentetan tudingan skandal ini telah dilayangkan kepada General Manager (GM) HR, Susilo, namun hingga berita dirilis yang bersangkutan belum merespons.

 

Reporter : Nina Melani Paradewi

Popular Articles

Popular Articles