KARAWANG | ONEDIGINEWS.COM | PT Pupuk Kujang Cikampek merespons cepat bencana banjir yang mengepung Kabupaten Karawang dengan menyalurkan bantuan logistik ke sejumlah wilayah terdampak, termasuk daerah terisolir dan kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS). Penyaluran bantuan ini dilakukan untuk meringankan beban masyarakat di tengah kondisi darurat yang melanda 21 titik di Karawang pada pekan ini.
Sasar Wilayah Terisolir di DAS Cibeet
Salah satu titik fokus penyaluran bantuan adalah Kampung Mujiah, Desa Mekarmulya, Kecamatan Telukjambe Timur yang berada di aliran Sungai Cibeet. Secara geografis, wilayah ini berada di bagian dalam kelokan sungai (point bar) yang menjadikannya sangat rentan karena faktor geomorfologi dan hidrologi.
Kondisi tersebut diperparah dengan letak perkampungan yang berada di ujung desa, sehingga sering kali menjadi wilayah yang hampir terisolir saat volume air meningkat.
“Mudah-mudahan bantuan ini bisa membantu. Pupuk Kujang terus mendukung pemulihan penyintas,” ujar Agung Gustiawan, VP Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pupuk Kujang.
Dampak Banjir di Wilayah Pesisir
Selain wilayah DAS, Pupuk Kujang juga telah bergerak menyalurkan bantuan ke wilayah pesisir utara Karawang sejak pertengahan Januari 2026. Beberapa lokasi yang mendapatkan bantuan antara lain:
* Kecamatan Tirtajaya: Desa Kutamakmur dan Desa Srikamulyan.
* Kecamatan Cibuaya: Desa Cibuaya dan Desa Sedari.
Camat Cibuaya, Ahmad Mustopa, menyebutkan bahwa banjir di wilayahnya mencapai ketinggian rata-rata lutut orang dewasa dan telah merendam rumah-rumah warga serta area persawahan akibat luapan sungai dan banjir rob.
Pemulihan Ekonomi Masyarakat
Wakil Bupati Karawang, Maslani, yang turut memimpin penyerahan bantuan, menekankan pentingnya sinergi antar-stakeholder untuk mempercepat pemulihan ekonomi. Banjir ini tercatat memberikan dampak kerugian yang signifikan bagi berbagai lapisan masyarakat, di antaranya:
* Petani: Sawah terendam air yang mengancam masa panen.
* Perajin: Kerusakan produk pada perajin batu bata.
* Peternak: Hilangnya komoditas ikan patin akibat luapan air.
Waspada Banjir Rob Susulan
Berdasarkan data BMKG, potensi banjir pesisir masih perlu diwaspadai di wilayah Karawang pada periode 28 Januari hingga 3 Februari 2026. Fenomena fase bulan baru diprediksi meningkatkan ketinggian air laut maksimum yang berisiko mengganggu aktivitas di pemukiman pesisir serta tambak perikanan.





