spot_img
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

POS TERKAiT

Audit Setengah Hati BPD dan Camat Dana Desa 2025 Luput dari Pemeriksaan, Inspektorat Puji Respon Cepat Kades Pancakarya

KARAWANG | ONEDIGINEWS.COM | Publik dibuat bertanya-tanya atas batasan ruang lingkup audit terhadap Desa Pancakarya, Kecamatan Tempuran.

Meski isu penggunaan dana desa terus bergulir, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan pihak Kecamatan Tempuran ironisnya justru hanya mengajukan permohonan audit untuk tahun anggaran 2024 saja. Akibatnya, penggunaan anggaran ketahanan pangan tahun 2025 yang kini masih menjadi sorotan masyarakat, aman dari pemeriksaan Inspektorat karena tidak masuk dalam surat perintah.

Inspektur Pembantu (Irban) Wilayah IV Inspektorat Karawang, Deni, mengonfirmasi bahwa pihaknya bekerja sesuai mandat terbatas yang diberikan.

“Ruang lingkup kami kemarin itu APBDes tahun 2024 dan sebagian tahun 2023 karena ada permohonan ketahanan pangan, sesuai surat permohonan BPD dan Kecamatan,” ujar Deni, Senin (26/1/2026).

Penegasan ini mengindikasikan bahwa belum adanya audit untuk anggaran 2025 murni disebabkan oleh batasan yang diajukan oleh pihak BPD dan Camat sendiri.

Di balik terbatasnya ruang lingkup audit tersebut, sikap Kepala Desa Pancakarya justru menuai pujian dari pihak Inspektorat.

Irban Deni mengatakan, Kades Pancakarya menunjukkan sikap responsif dan bertanggung jawab penuh atas setiap evaluasi yang diberikan.

Deni mengakui bahwa meskipun terdapat temuan administrasi dan kekurangan volume fisik pada tahun 2024, Kepala Desa secara cepat langsung membereskannya.

“Kepala desanya responsnya cepat. Setiap temuan, sebelum menjadi catatan (LHP), sudah langsung ditindaklanjuti dengan melakukan pengembalian ke kas desa,” puji Deni.

Seluruh kekurangan volume maupun kerugian keuangan telah dikembalikan ke kas desa untuk direalisasikan kembali sesuai peruntukannya.

Langkah transparan ini dinilai sebagai bukti nyata komitmen Kepala Desa dalam menjaga amanah anggaran, meskipun prosedur audit yang dimohonkan BPD dan Camat terkesan tidak menyeluruh.

Pemeriksaan Inspektorat juga sekaligus mematahkan isu miring mengenai program ketahanan pangan 2023 yang sempat diterpa kabar fiktif. Setelah dilakukan pengecekan fisik di lapangan, tudingan tersebut tidak terbukti karena hewan ternak yang dipersoalkan tersedia di lokasi.

“Ada keinginan masyarakat mengecek ketahanan pangan 2023 yang katanya tidak ada, tapi pas kami cek ternyata ada. Sapi dan kambing semua ada di lokasi,” tutup Deni.

Reporter : Nina Melani Paradewi

Popular Articles