BEKASI, ONEDIGINEWS.COM – Pelaksanaan seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bekasi Tahun 2026 berlangsung ketat dan terstruktur.
Panitia tidak hanya berfokus pada penjaringan 50 peserta terbaik, tetapi juga memastikan pembinaan berkelanjutan bagi seluruh peserta, termasuk yang belum lolos.
Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa pada Kesbangpol Kabupaten Bekasi, Rama B. Matandung, menyampaikan bahwa proses seleksi ini tidak semata-mata untuk memilih anggota Paskibraka, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan karakter generasi muda.
“Peserta yang belum masuk 50 besar tetap akan kami libatkan dalam berbagai kegiatan kebangsaan, seperti bela negara dan upacara di lingkungan pemerintah daerah. Pembinaan tetap berjalan,” ujarnya.
Ia menambahkan, para peserta juga memiliki kesempatan mengembangkan diri melalui kolaborasi kegiatan bersama Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disbudpora), serta keterlibatan dalam kegiatan di tingkat sekolah maupun kecamatan.
“Ini bagian dari pembinaan berjenjang agar semangat nasionalisme dan kedisiplinan tetap terjaga,” katanya.
Kesbangpol juga menyiapkan sistem pemusatan latihan (training center) bagi peserta yang lolos seleksi akhir. Pemusatan latihan dijadwalkan berlangsung selama 14 hingga 15 hari menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Awal Agustus peserta terpilih akan mengikuti training center. Tahun ini direncanakan di BPTIK sebagai upaya peningkatan kualitas pelatihan,” jelasnya.
Dalam pelaksanaan seleksi dan pelatihan, Kesbangpol bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Purna Paskibraka Indonesia (PPI), serta pelatih dari TNI dan Polri. Pola latihan dirancang lebih intensif, dengan jadwal pagi dan sore.
Rama juga mengungkapkan rencana pengembangan formasi pengibaran bendera yang lebih variatif dan inovatif, termasuk kemungkinan penambahan jumlah anggota.
“Kami mengusulkan ke depan jumlah Paskibraka bisa ditambah dari 50 menjadi 75 hingga 100 orang, untuk mengakomodasi potensi dari hampir 500 sekolah di Kabupaten Bekasi,” ungkapnya.
Dengan jumlah yang lebih besar, formasi pengibaran bendera dapat dikembangkan lebih kreatif, termasuk rencana membentuk visual tokoh proklamator.
Melalui proses seleksi dan pembinaan yang komprehensif ini, Pemerintah Kabupaten Bekasi berharap dapat mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara fisik, tetapi juga memiliki karakter kuat, jiwa nasionalisme, serta siap menjadi duta daerah di berbagai tingkat.





