spot_img
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

POS TERKAiT

Geger Gegara Parkir di Basement Pemda II, Ngaku Petugas Dishub, Oknum Kasubag DPMPTSP Ribut Dengan Wartawan 

spot_img

KARAWANG | ONEDIGINEWS.COM – Insiden tidak menyenangkan dialami oleh seorang wartawan berinisial CA yang juga merupakan Sekretaris AMKI Karawang, saat tengah bertugas di lingkungan Gedung Plaza Pemda II, Pemkab Karawang.

Ia terlibat perselisihan dengan seorang pria yang mengaku sebagai petugas Dinas Perhubungan (Dishub), yang belakangan diketahui merupakan oknum Kasubag di DPMPTSP Karawang.

Peristiwa bermula saat CA sedang menunggu rekan-rekan media lainnya yang tengah melakukan peliputan di kantor DPMPTSP.

Karena merasa tidak enak badan, CA memutuskan untuk beristirahat di dalam mobilnya yang terparkir di area basement.

Meski mesin mobil dalam keadaan menyala, tiba-tiba CA dikejutkan dengan guncangan keras. Kendaraannya didorong-dorong secara paksa oleh seorang pria berpakaian batik.

“Dia dorong-dorong mobil saya sampai remnya bunyi, padahal saya ada di dalam dan mobil pun dalam keadaan menyala,” ujar CA kepada awak media, Kamis (30/4/2026).

Merasa diperlakukan tidak sopan, CA keluar dan menegur pria tersebut.

Ia mempertanyakan etika pria tersebut yang lebih memilih mendorong mobil daripada mengetuk jendela secara baik-baik untuk berkomunikasi.

Namun, teguran CA justru dibalas dengan klaim sepihak. Pria tersebut mengaku sebagai petugas yang menjalankan instruksi Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub).

“Ketika saya tegur, dia mengaku diarahkan Kadishub. Katanya, parkir di basement hanya untuk kendaraan dinas saja. Bahkan saat saya bilang akan mengadu ke Kadishub karena tindakannya tidak beretika, dia malah menantang dan mempersilakan,” lanjut CA dengan nada kesal.

Belakangan terungkap bahwa pria yang bersikap arogan tersebut bukanlah petugas Dishub, melainkan seorang aparatur sipil negara yang menjabat sebagai Kepala Sub Bagian (Kasubag) unpeg di DPMPTSP Karawang.

Kantor instansi tersebut memang berada di gedung yang sama, yakni Plaza Pemda II.

Meski pelaku akhirnya meminta maaf—baik secara langsung maupun melalui telepon vidio call yang difasilitasi oleh Kadishub Karawang, Muhana—CA mengaku tetap menyayangkan sikap arogan yang ditunjukkan oknum pejabat tersebut.

“Kalau kayak gini kan jelas, dia mencatut nama dishub,” ujarnya dengan emosi.

Sementara itu, Kadishub Kabupaten Karawang, Muhana, menyayangkan adanya kesalahpahaman yang membawa-bawa nama instansinya.

Ia berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak agar lebih mengedepankan komunikasi yang baik dan etika saat menegur orang lain di area publik.

“Gak terima saya juga bawa nama Dishub segala dua-duannya (CA dan Kasubag Unpeg DPMPSTP). Kapan saya menyuruh, Perintah Dishub apaan kan ini empat OPD disini,” kata Muhana menyesalkan.

Dijelaskannya, bahwa memang berdasarkan rapat bersama lintas OPD yang berkantor di gedung Pemda II bahwa parkiran basement agar tidak menjadi semrawut diwajibkan hanya untuk kendaraan dinas roda empat dan parkiran kendaraan bermotor.

“Memang kami buat peraturan bersama seperti itu, agar parkiran di basement rapih dan tidak semrawut. Namun demikian, saya juga gak setuju, kalau memang menegur itu ya harus pakai etika,” kata Muhana lagi.

Dalam kesempatan lain, Muhana pun sempat menghubungi CA melalui saluran vidio call, dan meminta maaf langsung atas kejadian dan kesalahpahaman tersebut.

“Ya, saya meminta maaf, dan itu yang jelas bukan pegawai saya. Dan saya sekali lagi tidak pernah menyuruh petugas saya untuk mengusir CA dari parkiran dengan cara seperti itu, ini hanya miss komunikasi. Kami mohon maaf,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, suasana di lingkungan Pemda II telah kembali kondusif, namun insiden ini sempat menjadi perbincangan hangat di kalangan awak media Karawang terkait etika pelayanan publik oknum pejabat daerah.

Reporter : Nina Melani Paradewi

Popular Articles

Popular Articles