SUMEDANG | ONEDIGINEWS | Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sumedang telah menyiapkan jadwal pemulangan jemaah haji asal Kabupaten Sumedang yang tergabung dalam Kloter KJT 29 Embarkasi Kertajati Tahun 1447 H/2026 M.
Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, jemaah haji Kloter KJT 29 diperkirakan tiba di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati pada Senin, 22 Juni 2026 pukul 15.10 WIB menggunakan pesawat Saudi Airlines nomor penerbangan SV 5223.
Kepala Kantor Kementerian Haji Kabupaten Sumedang, H. Agus, menjelaskan bahwa dalam Kloter 29 KJT ini, jemaah asal Sumedang akan digabungkan dengan beberapa kabupaten/kota lain.
“Kita itu akan tergabung dengan Kabupaten Tasik, ya Sumedang, Kabupaten Bandung Barat, Majalengka, Kota Tasikmalaya, ditambah dengan yang tanazul dari Bekasi. Adapun jumlah jemaah haji asal Sumedang yang berada di dalam kloter ini secara rinci berjumlah 94 orang,” ujarnya saat memberikan keterangan. Rabu, (17/06/2026).
Mengenai kesiapan pemulangan, H. Agus menjelaskan bahwa kepanitiaan di daerah, yaitu PPIHD (Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah), sudah bersiap. Jika sebelumnya fokus pada pemberangkatan, saat ini seluruh fokus beralih pada tahap pemulangan, termasuk menyiapkan mobil bis yang akan menjemput jemaah.
“Segalanya, hal-hal yang akan kita lalui untuk keselamatan, ketentraman jemaah, baik itu catering-nya, ataupun nanti masalah air zam-zamnya, bagaimana koper dan tas tentengannya jemaah, insyaallah sekarang sudah dipersiapkan,” tuturnya.
Secara umum, ia bersyukur bahwa penyelenggaraan haji tahun 2026 ini, khususnya untuk Kabupaten Sumedang, berjalan dalam keadaan lancar baik dari persiapan, pemberangkatan, hingga pemulangan.
Lebih lanjut, H. Agus mengungkapkan adanya perubahan signifikan pada alur pemulangan tahun ini guna menghemat waktu. Berbeda dari biasanya, jemaah haji kali ini tidak akan dibawa masuk ke Asrama Embarkasi terlebih dahulu.
“Sekarang tidak, untuk menghemat waktu. Dari kita hemat waktu 2 jam, bahkan 3 jam. Begitu pesawat mendarat (landing) di Kertajati, jemaah akan langsung masuk ke ruangan bandara, melewati proses imigrasi dan pemeriksaan paspor, kemudian langsung diarahkan masuk ke dalam bis untuk pulang menuju daerah,” terangnya.
Untuk teknis penjemputan di Sumedang sendiri, panitia akan menggunakan dua tempat utama guna mengantisipasi kepadatan massa, yaitu Islamic Center (IC) dan Gedung Negara.
H. Agus memaparkan bahwa untuk urusan koper dan tas tentengan jemaah akan diturunkan dan disimpan di Islamic Center.
“Nantinya, para pengurus KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji) yang akan dipanggil ke IC untuk mengambil logistik tersebut,” lanjutnya.
Sementara itu, untuk jemaah haji sendiri, titik penurunannya akan ditempatkan di Gedung Negara. Mengenai armada, panitia telah menyiapkan 3 unit bis utama ditambah 1 unit bis cadangan untuk membawa total 94 jemaah tersebut.
Sebagai langkah pemantapan akhir, pihak Kementerian Haji Sumedang berencana menggelar satu kali lagi rapat gabungan.
“Kami tetap secara lahiriah sudah mempersiapkan semaksimal mungkin dari administrasi dan sebagainya, bahkan dengan koordinasi. Bahkan insyaallah kita juga nanti di sini akan rapat gabungan lagi, satu kali lagi untuk memantapkan rapat terakhir,” pungkasnya.
Reporter : Rizky Prasetyo








