KARAWANG | ONEDIGINEWS.COM | Outlet Oleh-Oleh Dekranasda Kabupaten Karawang menjadi salah satu pusat promosi dan pemasaran berbagai produk unggulan daerah, mulai dari produk UMKM, kerajinan tangan, fashion hingga kuliner khas Karawang.
Outlet yang berada di kawasan Jl. Interchange Karawang Barat, di samping RS Mandaya Karawang, tersebut menjadi ruang bagi pelaku usaha dan perajin lokal untuk memperkenalkan hasil karya mereka kepada masyarakat.
Beragam produk tersedia di outlet ini, di antaranya kain dan fashion seperti batik khas Karawang, blazer, blouse hingga vest atau rompi. Selain itu, terdapat pula souvenir etnik, kerajinan kayu, berbagai produk handmade, serta aneka makanan dan oleh-oleh khas Karawang.
Keberadaan outlet tersebut tidak terlepas dari peran Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Karawang dalam mendorong perkembangan sektor kerajinan dan pelaku usaha lokal. Hj. Vida Aep Syaepuloh merupakan Ketua Dekranasda Kabupaten Karawang dan memiliki perhatian terhadap pengembangan industri kerajinan, termasuk melalui pelatihan, pendampingan dan perluasan pemasaran produk perajin.
Dekranasda sendiri menjadi mitra pemerintah daerah dalam pembinaan dan pengembangan perajin serta produk kerajinan lokal. Karena itu, keberadaan Outlet Oleh-Oleh Dekranasda menjadi salah satu sarana untuk mempertemukan produk karya masyarakat dengan konsumen.
GOKAR Dorong Digitalisasi Pengelolaan Produk
Seiring perkembangan teknologi, promosi dan pengelolaan UMKM tidak cukup hanya mengandalkan penjualan secara konvensional. Digitalisasi mulai dibutuhkan untuk membantu pencatatan produk, transaksi, pelayanan konsumen hingga membuka peluang pemasaran yang lebih luas.
Kebutuhan tersebut kemudian menjadi salah satu dasar kolaborasi Outlet Oleh-Oleh Karawang dengan GOKAR (Gerak Online Kendaraan Angkutan Rakyat) transportasi online putra daerah Karawang dalam penerapan sistem kasir digital.
Melalui kerja sama tersebut, transaksi produk yang sebelumnya dilakukan secara manual mulai diarahkan menggunakan sistem kasir digital GOKAR.
Selain transaksi, tim GOKAR juga membantu melakukan pendataan produk yang tersedia di outlet, meliputi nama produk, harga serta identitas pengrajin atau pelaku usaha yang memproduksinya.
Dari Sistem Manual Beralih ke Kasir Digital
Admin GOKAR, Dini Aulia, menjelaskan bahwa penerapan sistem tersebut berawal ketika tim GOKAR melihat langsung proses transaksi di Outlet Dekranasda yang masih dilakukan secara manual.
“Awalnya kami datang ke Dekranasda dan melihat proses kasir masih dilakukan secara manual. Dari situ kami mencoba membantu dengan memasukkan data produk yang tersedia, mulai dari nama produk, harga hingga nama pengrajin atau pelaku usaha,” ujar Dini.
Menurutnya, pendataan tersebut diperlukan agar produk yang dijual dapat tercatat lebih rapi di dalam sistem.
“Jadi kami membantu menginput nama produk, harga dan nama pengrajinnya. Harapannya data produk yang ada di Dekranasda bisa lebih tertata dan ketika terjadi transaksi, prosesnya menjadi lebih cepat dan mudah,” katanya.
Sementara itu, Admin GOKAR Keyla Nida mengatakan sistem kasir digital juga memberikan kemudahan bagi konsumen.
“Kalau sebelumnya transaksi dicatat secara manual oleh kasir Dekranasda, sekarang sudah ada kasir GOKAR yang menggunakan sistem online. Jadi setelah pembelian diproses, struk tidak harus diberikan dalam bentuk kertas,” ungkap Keyla.
Menurutnya, bukti transaksi dapat diterima langsung melalui telepon seluler.
“Struk belanja sekarang bisa diterima langsung melalui HP pembeli. Jadi lebih praktis, tidak perlu menggunakan struk fisik dan data transaksinya juga lebih mudah terdokumentasi,” jelasnya.
Petugas Dekranasda Sambut Positif
Eyya Hidayanti, selaku petugas yang di Dekranasda, menyambut baik penerapan sistem kasir digital tersebut.
Menurutnya, keberadaan sistem baru membantu pekerjaan kasir sekaligus membuat proses transaksi menjadi lebih tertata.
“Dengan adanya kasir GOKAR ini, kami sangat terbantu. Kalau sebelumnya pencatatan masih dilakukan secara manual, sekarang proses transaksi bisa dilakukan melalui sistem online,” ujar Eyya.
Ia menambahkan, pembeli juga memperoleh kemudahan karena bukti transaksi dapat diterima langsung melalui perangkat masing-masing.
“Pembeli tidak lagi harus menerima struk dalam bentuk fisik. Bukti transaksi bisa langsung diterima melalui HP. Ini tentu lebih praktis dan mengikuti perkembangan teknologi, InsyaAllah per 1 Oktober 2026 akan segera kami terapkan,” tambahnya.
Founder GOKAR: Digitalisasi Harus Memberikan Manfaat Nyata
Founder GOKAR, Syuhada Wisastra, mengatakan kolaborasi tersebut merupakan bagian dari upaya GOKAR untuk ikut mendorong transformasi digital pelaku usaha lokal Karawang.
Menurut Syuhada, digitalisasi UMKM tidak harus dimulai dengan sesuatu yang rumit. Perubahan sederhana dalam sistem transaksi dan pencatatan sudah dapat menjadi langkah awal menuju pengelolaan usaha yang lebih modern.
“Bagi kami, digitalisasi harus dimulai dari kebutuhan nyata yang ada di lapangan. Ketika kami melihat proses transaksi masih manual, kami mencoba membantu dari hal yang paling sederhana, yaitu menghadirkan sistem kasir digital,” ujar Syuhada.
Ia menegaskan, GOKAR ingin berkembang bukan hanya sebagai aplikasi transportasi online, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem digital masyarakat Karawang.
“Kami ingin GOKAR bukan hanya bicara soal transportasi. Kalau teknologi yang kami miliki bisa dimanfaatkan untuk membantu UMKM, perajin dan pelaku usaha lokal, tentu kami sangat terbuka untuk berkolaborasi,” katanya.
Syuhada menilai pendataan produk juga memiliki nilai penting karena dapat menjadi dasar untuk mengembangkan promosi dan pemasaran secara digital.
“Ketika nama produk, harga dan identitas pengrajinnya sudah terdokumentasi dengan baik, itu menjadi aset informasi yang sangat penting. Dari sana nantinya bisa dikembangkan lagi untuk promosi, pemasaran dan memperkenalkan produk Karawang kepada masyarakat yang lebih luas,” tuturnya.
Ia berharap kolaborasi dengan Outlet Dekranasda dapat terus berkembang dan tidak berhenti pada penerapan kasir digital.
“Ini merupakan langkah awal. Kami berharap ke depan bisa ada pengembangan lebih jauh, sehingga semakin banyak produk UMKM Karawang yang masuk dalam ekosistem digital dan semakin mudah ditemukan oleh masyarakat,” ungkap Syuhada.
Perkuat Promosi Produk Lokal
Kolaborasi antara Outlet Oleh-Oleh Dekranasda Kabupaten Karawang dan GOKAR memperlihatkan bahwa transformasi digital dapat diterapkan mulai dari kebutuhan dasar dalam aktivitas usaha.
Digitalisasi transaksi dapat membantu proses pelayanan, pencatatan dan dokumentasi penjualan, sementara pendataan produk memberikan informasi yang lebih terstruktur mengenai produk serta pengrajinnya.
Langkah tersebut juga sejalan dengan semangat pengembangan UMKM dan kerajinan lokal yang selama ini menjadi bagian dari perhatian Dekranasda Karawang. Dalam kegiatan Dekranasda sebelumnya, Hj. Vida Aep Syaepuloh juga menekankan pentingnya komunikasi, kolaborasi, pelatihan, pendampingan dan perluasan pemasaran bagi perajin.
Dengan adanya dukungan teknologi, produk-produk lokal yang dipasarkan melalui Outlet Oleh-Oleh Dekranasda diharapkan semakin mudah dikenal masyarakat.
Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem UMKM Karawang yang lebih tertata, modern dan adaptif terhadap perkembangan digital, tanpa meninggalkan identitas produk lokal dan karya para perajin daerah.







