spot_img
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img
spot_img
spot_img

POS TERKAiT

Ratusan Juta Untuk Jasa Keamanan ,Kesra Ungkap Ratusan Juta Mengalir Untuk Biaya Pengamanan TNI-Polri

spot_img

KARAWANG | ONEDIGINEWS.COM | Ada yang bikin dahi berkerut di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Karawang.

Berdasarkan data Sistem Informasi Pemerintah Dearah tahun 2026, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) tercatat menggelontorkan pagu anggaran fantastis senilai Rp312.900.000 untuk paket berjudul “Fasilitas Pengelolaan Bina Mental Spiritual untuk Belanja Jasa Tenaga Keamanan”.

Pertanyaannya, kenapa pos pengamanan adanya di Kesra? Bukannya urusan security kantor sudah dipegang langsung oleh Bagian Umum Setda Karawang?.

Saat dikonfirmasi, Kepala Bagian (Kabag) Kesra Karawang, Aep, langsung meluruskan arah angin.

Ia menegaskan bahwa anggaran ratusan juta itu sama sekali bukan untuk menggaji security yang nongkrong atau berjaga rutin di kantor Kesra.

“Untuk jasa keamanan di Bagian Kesra, perlu kami luruskan bahwa anggaran tersebut bukan untuk pembayaran security atau satpam yang ditempatkan atau bertugas secara rutin di kantor Kesra,” ujar Aep, Selasa (15/9/2026).

Lantas, buat apa uang segede itu? Menurut Aep, anggaran tersebut dipakai untuk pengamanan yang sifatnya insidentil alias musiman sesuai kebutuhan event.

Uniknya, pengamanan ini diungkapakm Aep, melibatkan aparat penegak hukum seperti TNI, Polri, dan unsur lainnya.

“Pengamanan tersebut antara lain untuk mendukung kegiatan Karawang Mengaji, pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji, PHBI, serta PHBN,” jelasnya.

“Jadi, tidak terdapat penempatan tenaga security secara rutin di kantor Kesra maupun pembayaran gaji bulanan kepada personel security.”tegasnya.

Meski dalihnya untuk kegiatan keagamaan dan kenegaraan, aroma kejanggalan justru tercium ketika pewarta meminta rincian lebih jauh.

Saat dicecar pertanyaan seputar hitung-hitungan kalkulasi, mulai dari berapa kali kegiatan digelar hingga berapa banyak personel aparat yang diserap dalam pos anggaran ratusan juta rupiah tersebut, Kabag Kesra memilih bungkam dan enggan memberikan penjelasan lebih lanjut.

 

Reporter : Nina Melani Paradewi

Popular Articles

Popular Articles