BEKASI | ONEDIGINEWS.COM | Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, Anton, menyoroti kondisi kawasan yang akan menjadi lokasi pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kecamatan Bantargebang yang dinilai rawan banjir.
Menurutnya, persoalan genangan air di wilayah tersebut harus menjadi perhatian serius sebelum proyek strategis itu berjalan.
Satu solusi yang diusulkan yakni pembangunan polder tambahan di wilayah hulu agar aliran air tidak langsung menuju lokasi PSEL.
“Nah, ini kan rawan banjir, nanti saya sih berharap untuk membuat polder satu lagi di arah hulunya, jadi total ada dua,” kata Anton, Senin (13/7/2026).
Anton memaparkan, keberadaan polder baru dinilai penting untuk melindungi kawasan permukiman yang berada di sekitar lokasi proyek PSEL.
Dengan adanya penahan air di bagian hulu, limpasan air saat hujan deras diharapkan tidak langsung mengalir ke kawasan PSEL maupun permukiman warga.
“Jadi nanti, disini kan perumahan banyak, jadi tidak langsung ke PSEL ini, jadi ditahan dulu di hulu daripada Ciketing Udik,” paparnya.
Anto menuturkan, banjir di kawasan tersebut tergolong cukup serius karena air kerap menggenang ketika intensitas hujan tinggi.
Karena itu, politis asal PDIP tersebut berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi segera menuntaskan upaya perbaikan dan penanganan banjir di kawasan tersebut agar tidak mengganggu pembangunan maupun aktivitas masyarakat.
“Di sini banjir lumayan parah ya, menggenangnya. Ya, saya berharap sih, hari ini kan lagi perbaikan nih. Nanti supaya cepat diatasilah oleh Pemkot Bekasi,” harapnya.(*)








