Kota Bekasi | ONEDIGINEWS.COM | Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi melalui Tim Katak Orange melakukan penanganan bangkai ikan sapu-sapu yang ditemukan mati massal di Kali Bekasi. Langkah ini dilakukan menyusul temuan pada Kamis (15/10/2026) yang mulai menimbulkan bau tidak sedap dan dikeluhkan masyarakat.
Penanganan dilaksanakan pada Sabtu (17/10/2026) dengan menyisir aliran Kali Bekasi, khususnya di sekitar Jembatan Kemang Pratama, yang menjadi salah satu titik konsentrasi bangkai ikan. Menggunakan dua unit kapal listrik Sea Hamster, petugas melakukan penjaringan dan pengangkatan bangkai ikan dengan total sekitar 700 kilogram pada hari pertama penanganan.
Kepala DLH Kota Bekasi, Kiswatiningsih, menyampaikan bahwa penanganan tersebut merupakan respons terhadap kondisi lingkungan yang menjadi perhatian utama terhadap kesehatan masyarakat. DLH berupaya melakukan penanganan di lapangan sekaligus menelusuri dugaan penyebab kematian massal ikan melalui koordinasi dan pengujian lebih lanjut.
“DLH Kota Bekasi bergerak melakukan penanganan terhadap bangkai ikan yang ditemukan di Kali Bekasi, terutama untuk mengurangi dampak yang dirasakan masyarakat dan menjaga kondisi lingkungan sungai. Terkait penyebab kematian ikan, kami masih melakukan penelusuran dan menunggu hasil pengujian laboratorium agar tindak lanjut yang dilakukan dapat didasarkan pada data dan hasil pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Kiswatiningsih.
Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C), Puarman, yang turut mengikuti penyisiran Kali Bekasi, menyampaikan apresiasi atas langkah penanganan yang dilakukan DLH Kota Bekasi.
“Kami mengapresiasi Tim DLH Kota Bekasi dalam menangani temuan ikan sapu-sapu mati massal di Kali Bekasi,” ungkap Puarman.
Dalam proses penanganan, DLH Kota Bekasi juga berkonsultasi dengan pegiat ikan sapu-sapu, Arief Kamarudin, terkait metode penanganan bangkai ikan.
DLH Kota Bekasi terus melakukan pemantauan kondisi lingkungan Kali Bekasi dan menindaklanjuti penelusuran dugaan penyebab kematian ikan. Hasil pengujian laboratorium akan menjadi salah satu dasar dalam menentukan langkah selanjutnya sesuai dengan hasil pemeriksaan.
Kiswatiningsih juga mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif menjaga kelestarian sungai dengan melaporkan apabila menemukan indikasi pencemaran atau kondisi lingkungan yang berpotensi mengganggu ekosistem perairan.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga Kali Bekasi. Apabila menemukan indikasi pencemaran atau kondisi lingkungan yang tidak wajar, segera sampaikan laporan kepada pihak terkait agar dapat ditindaklanjuti. Perlindungan lingkungan membutuhkan kerja sama semua pihak,” tutupnya.
Melalui penanganan lapangan, pemantauan, dan koordinasi bersama KP2C serta pihak terkait, DLH Kota Bekasi berkomitmen mendukung upaya perlindungan lingkungan dan menjaga kebersihan serta kelestarian ekosistem Kali Bekasi.








