spot_img
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

POS TERKAiT

Dugaan Ratusan Siswa Fiktif di SMK Saintek Nurul Muslim, Pengawas Pilih ‘Main Aman’, Sekolah Tutup Mulut

spot_img

KARAWANG | ONEDIGINEWS.COM – Dugaan manipulasi data jumlah siswa untuk mendongkrak perolehan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) mencuat.

Berdasarkan komparasi antara data absensi sekolah yang masuk ke redaksi dari salah seorang sumber dengan data penerimaan dana BOS yang dirilis oleh laman resmi Kemdikbud RI- JAGA KPK, ditemukan disparitas data yang sangat mencolok hingga mencapai kurang lebih 50 persen.

Hasil ekstraksi dokumen absensi fisik sekolah tahun 2023 sampai 2025 yang didapatkan dari narasumber AF, mantan Humas SMK Swasta Saintek Nurul Muslim, menunjukkan bahwa total siswa di sekolah tersebut hanya berjumlah sekitar 267 orang.

Rinciannya terdiri dari 67 siswa Kelas X, 69 siswa Kelas XI, dan 131 siswa Kelas XII.

Namun, angka tersebut berbanding terbalik dengan data laporan yang diajukan sekolah ke sistem kementerian.

Dalam portal JAGA KPK, SMKS Saintek Nurul Muslim tercatat menerima Dana BOS tahun 2025 dengan kuota 599 siswa.

Terdapat selisih sebanyak 332 siswa yang keberadaan fisiknya di ruang kelas dipertanyakan.

Dugaan Kelebihan terhadap 332 siswa tersebut mengindikasikan adanya dugaan praktik “siswa fiktif” demi memperbesar pundi-pundi anggaran.

Dengan satuan biaya BOS untuk jenjang SMK, potensi dana yang tidak dapat dipertanggungjawabkan tersebut diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah per tahap penyaluran.

Selain jumlah siswa, kejanggalan juga ditemukan pada alokasi biaya Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahap 1 tahun 2025 yang menelan anggaran Rp104.867.000.

Jika disandingkan dengan fakta bahwa hanya ada 67 siswa baru di Kelas X, maka biaya penerimaan per satu siswa mencapai rata-rata Rp1,5 juta.

Angka ini dinilai sangat tidak wajar untuk biaya administrasi pendaftaran di tingkat sekolah menengah kejuruan swasta.

Terkait temuan tersebut, Pengawas SMK Dinas Pendidikan Wilayah setempat, Cecep, membenarkan bahwa dirinya telah mendatangi sekolah yang bersangkutan pada Senin pagi (27/04/2026). Namun, Cecep masih enggan memaparkan hasil temuannya secara detail.

“Betul bu (mendatangi sekolah). Masih saya cek kembali, nanti infonya bisa minta ke sekolah langsung,” ujar Cecep saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.

Ia menekankan bahwa pihaknya masih melakukan proses verifikasi lebih lanjut atas data-data tersebut.

Upaya konfirmasi sebagai bentuk perimbangan pemberitaan dan mencari jawabama kebenaran atas informasi tersebut, telah dilakukan kepada manajemen sekolah dan pengurus yayasan SMKS Saintek Nurul Muslim untuk memberikan klarifikas dan penjelasan.

Namun, hingga berita ini diturunkan, baik Kepala Sekolah maupun Ketua Yayasan belum memberikan jawaban resmi meski pesan konfirmasi telah dikirimkan.

Meski telah menginjakkan kaki di SMKS Saintek Nurul Muslim guna menelusuri dugaan kurang lebih 332 siswa fiktif, Pengawas SMK Dinas Pendidikan setempat, Cecep, seolah enggan membuka kotak pandora hasil temuannya ke publik…Cecep malah mengarahkan kembali awak media untuk menanyakan langsung hasilnya ke sekolah.

Reporter : Nina Melani Paradewi

Popular Articles

Popular Articles