SUMEDANG | ONEDIGINEWS.COM | Memasuki musim penghujan, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumedang menggalakkan penanaman pohon melalui program inovatif Pepeling (Pengantin Peduli Lingkungan) guna memperkuat resapan air dan menjaga keseimbangan ekosistem.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumedang, Drs. H. Ahmad Handiman Romdony, M.Si., menjelaskan bahwa program penanaman pohon ini merupakan kegiatan berkelanjutan yang telah lama digalakkan di lingkungan Kementerian Agama.
“Melalui program Pepeling, setiap calon pengantin diwajibkan menyerahkan satu pohon kepada Kantor Urusan Agama (KUA). Selanjutnya, pihak KUA berkoordinasi dengan kepala desa dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Sumedang untuk menyalurkan dan menanam pohon tersebut di lahan-lahan kritis yang membutuhkan,” ujar Ka Kemenag Ahmad.
Lebih lanjut, ia memaparkan landasan filosofis dan keagamaan di balik gerakan hijau ini. Menurutnya, Kementerian Agama memiliki delapan program prioritas (Asta Protas), di mana salah satunya berfokus pada ekoteologi yaitu relasi harmonis antara manusia, Sang Pencipta, dan alam semesta.
Ia mengingatkan bahwa menjaga kelestarian lingkungan hidup merupakan kewajiban moral dan bentuk pengamalan dari konsep _hablum minal ‘alam_ di tengah maraknya ancaman kerusakan lingkungan, seperti bencana kebakaran hutan yang kerap merusak jutaan hektar lahan di berbagai wilayah.
“Jadi Kementerian Agama itu mempunyai keinginan bagaimana berdampak melalui ekoteologi ini. Secara kemanusiaan dan secara agama, kita wajib memelihara lingkungan. Oleh karena itu, salah satunya melalui program Pepeling ini, ini adalah bentuk kontribusi Kementerian Agama kepada negara untuk menciptakan pelestarian lingkungan hidup,” tegasnya.
Selain melibatkan para calon pengantin, gerakan peduli lingkungan di bawah kepemimpinan Ahmad Handiman Romdony ini juga diperluas melalui berbagai inovasi turunan yang menyasar rumah ibadah dan satuan pendidikan melalui kegiatan gotong royong membersihkan fasilitas ibadah di setiap kecamatan atau yang dikenal sebagai Gerakan Bersih-Bersih Masjid yang rutin dilaksanakan sekitar 12 hingga 24 kali dalam setahun.
Tidak hanya itu, Kemenag juga mendorong Program Adiwiyata Madrasah guna memotivasi para kepala madrasah, guru, staf, hingga para siswa untuk turut aktif menanam pohon di lingkungan lembaga pendidikan masing-masing, sejalan pula dengan arahan Menteri Agama agar kantor-kantor Kemenag senantiasa hijau dan berbunga.
“Jadi di samping penanaman pohon, juga ada gerakan bersih-bersih masjid di tiap kecamatan yang dilakukan sekitar 12 sampai 24 kali dalam satu tahun. Begitu pun di madrasah melalui program Adiwiyata, kepala madrasah dan para siswa ikut menanam pohon. Bahkan, Bapak Menteri menginginkan Kemenag menjadi kantor yang hijau dan berbunga,” pungkas Romdony.
Melalui kolaborasi erat antara KUA, pemerintah desa, dinas terkait, serta partisipasi aktif masyarakat dan civitas akademika madrasah, Kemenag Sumedang optimis gerakan penghijauan di awal musim penghujan ini mampu memberikan dampak ekologis yang luas serta mewariskan lingkungan yang sehat bagi generasi mendatang.
Reporter : Rizky Prasetyo







