spot_img
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img
spot_img
spot_img

POS TERKAiT

Lapas Karawang Kembangkan Pertanian dan Peternakan, Warga Binaan Dilibatkan Langsung

spot_img

KARAWANG | ONEDIGINEWS.COM | Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Karawang memanfaatkan lahan kosong di dalam area lapas untuk mengembangkan program ketahanan pangan. Lahan tersebut digunakan untuk berbagai kegiatan, mulai dari pertanian, peternakan hingga perikanan yang melibatkan warga binaan.

Kalapas Karawang, Ma’ruf Prasetyo mengatakan pada Rabu (26/8/26), dari sekitar 3 hektare lahan yang tersedia, 1,7 hektare di antaranya dimanfaatkan untuk lahan pertanian.

 

Pemanfaatan lahan tersebut dinilai sesuai dengan kondisi Kabupaten Karawang yang selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil padi.

 

“Lapas Karawang mempunyai lahan idle seluas 3 hektare, dan 1,7 hektarenya digunakan untuk lahan pertanian karena Karawang terkenal dengan keunggulan padinya,” kata Kalapas Karawang.

 

Sementara lahan lainnya dibuat menjadi beberapa plot yang digunakan untuk berbagai kegiatan ketahanan pangan. Pengembangan program tersebut juga menjadi bagian dari dukungan Lapas Karawang terhadap program Asta Cita Presiden dan program Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

 

Bagi Lapas Karawang, kegiatan ini bukan hanya soal menghasilkan pangan. Warga binaan juga dilibatkan secara langsung agar mereka memiliki keterampilan yang bisa menjadi bekal setelah kembali ke masyarakat.

 

Salah satu yang dikembangkan adalah peternakan ayam Kampung Unggul Balitbang atau KUB. Jenis ayam ini dipilih karena memiliki produktivitas telur yang lebih tinggi dan pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan ayam kampung biasa.

 

Warga binaan juga diajarkan bagaimana menetaskan telur ayam KUB. Anak ayam yang sudah menetas nantinya dapat dipasarkan atau dipelihara hingga menjadi ayam pedaging.

 

Untuk pemeliharaan, ayam diberi pakan dua kali sehari, yakni pada pagi dan sore.

 

Selain ayam, Lapas Karawang juga memiliki peternakan domba pedaging. Beberapa jenis yang dikembangkan di antaranya Dorper, Texel, Merino dan Suffolk.

 

Menurut Kalapas, jenis domba pedaging tersebut masih belum banyak dikenal masyarakat Indonesia. Padahal, domba tersebut memiliki keunggulan dari sisi produksi daging.

 

“Domba pedaging ini adalah ras domba yang memiliki karkas daging jauh lebih banyak dibandingkan domba Garut,” ujarnya.

 

Lapas Karawang juga mengembangkan penggemukan sapi. Pemilihan peternakan sapi dilakukan dengan melihat potensi wilayah Karawang yang memiliki banyak lahan persawahan.

 

Jerami yang berasal dari aktivitas pertanian dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan pakan sapi. Dengan begitu, hasil pertanian dan peternakan bisa saling mendukung.

 

“Di Karawang sendiri banyak lumbung pangan padinya. Jerami itu sebagai salah satu pakan untuk ternak sapi,” kata Kalapas.

 

Sektor perikanan juga tidak luput dari program ketahanan pangan tersebut. Saat ini terdapat lima jenis ikan yang diternakkan di lingkungan Lapas Karawang, yakni lele, nila, ikan mas, patin dan koi.

 

Seluruh kegiatan tersebut melibatkan warga binaan secara langsung. Mereka ikut dalam kegiatan bercocok tanam, beternak hingga mengurus pemeliharaan ikan.

 

“Warga binaan terlibat langsung dalam semua kegiatan beternak dan bercocok tanam,” jelasnya.

 

Kalapas menilai kegiatan ketahanan pangan tersebut menjadi salah satu cara untuk memberikan ruang pembinaan yang lebih luas bagi warga binaan.

 

Dari lingkungan lapas, mereka tidak hanya menjalani masa pembinaan, tetapi juga belajar berbagai keterampilan yang dapat dimanfaatkan ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat.

 

Menurutnya, pengembangan ketahanan pangan juga penting untuk mendorong kemandirian pangan. Karena itu, Lapas Karawang berupaya ikut mengambil bagian meski dimulai dari lingkungan lapas.

 

“Kalau ketahanan pangan itu ditingkatkan, maka semakin banyak wadah-wadah warga binaan untuk bisa kita bina,” pungkasnya.

Popular Articles

Popular Articles