KARAWANG | ONEDIGINEWS.COM | Pelantikan ribuan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Kabupaten Karawang untuk periode 2026–2034 membawa angin segar sekaligus tanggung jawab besar bagi para pemangku jabatan baru.
Bupati Karawang Aep Syaepuloh secara tegas menekankan agar fungsi pengawasan BPD benar-benar berjalan efektif dan tidak sekadar menjadi formalitas administratif belaka.
Pesan dan arahan tersebut tampaknya benar-benar meresap ke dalam diri salah satu anggota BPD yang baru saja dilantik, Dwi Wulan Ramdayanti, perwakilan dari Desa Pancakarya, Kecamatan Tempuran.

Bagi Wulan, sapaan akrabnya, kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat Desa Pancakarya bukanlah sekadar titel atau posisi struktural.
Ia memandang amanah ini sebagai bentuk pengabdian suci yang harus dipertanggungjawabkan tidak hanya kepada masyarakat, tetapi juga di hadapan Sang Pencipta.
“Kita dari awal sudah mengatakan sumpah. Sumpahnya didengar sama malaikat. Saya lebih takut ke akhirat daripada di dunia,” ujar Wulan dengan penuh keyakinan usai prosesi pelantikan, Senin (5/11/2026).
Pernyataan tersebut mencerminkan integritas moral yang kuat, sebuah landasan penting bagi seorang pengawas kebijakan publik di tingkat desa.
Menanggapi pandangan umum di masyarakat bahwa BPD sering kali pasif setelah proses pelantikan selesai, Wulan dengan tegas menyatakan komitmennya untuk mendobrak stigma tersebut.
Ia meyakini bahwa BPD dan pemerintah desa harus berjalan berdampingan secara harmonis namun tetap kritis.
Menurutnya, fungsi kontrol sosial tidak diartikan sebagai bentuk permusuhan, melainkan sebagai ruang bersama untuk memperbaiki setiap kekurangan maupun kekeliruan dalam tata kelola pemerintahan desa.
“Kita sama-sama duduk bersama jika ada kekurangan atau kesalahan dari pemerintahan desa. Kita sama-sama saling kontrol saja. Jadi, kita kembalikan ke marwah BPD yang sesungguhnya,” ungkap lulusan sarjana ekonomi tersebut.
Ketika disinggung mengenai langkah selanjutnya pasca-pelantikan, termasuk dinamika pemilihan ketua dan struktur internal di tubuh BPD Pancakarya, Wulan memilih untuk fokus pada esensi pengabdian.
Meskipun belum memastikan apakah dirinya akan memimpin struktur kepengurusan internal ke depan, ia memastikan satu hal: langkah pengabdiannya untuk masyarakat tidak akan pernah surut.
“Saya belum tahu [soal posisi ketua], tapi yang jelas saya mah maju terus,” pungkasnya penuh semangat.
Dengan komitmen moral yang tinggi, keberanian bersikap kritis, serta pemahaman mendalam terhadap fungsi pengawasan, sosok Dwi Wulan Ramdayanti, diharapkan mampu menjadi representasi nyata dari BPD yang aspiratif, transparan, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat Desa Pancakarya.
Reporter : Nina Melani Paradewi








