spot_img
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img
spot_img
spot_img

POS TERKAiT

Mengintip Pengelolaan Geotheater Rancakalong, BUMDesma Rusa Berharap Dukungan Fasilitas 

spot_img

SUMEDANG | ONEDIGINEWS.COM | Keberadaan Geotheater Rancakalong di Kabupaten Sumedang terus menjadi pusat perhatian seiring dengan berbagai kegiatan budaya yang rutin diselenggarakan. Pengelolaan aset yang menjadi ikon budaya daerah ini kini berada di tangan Badan Usaha Milik Antar Desa Bersama (BUMDesma) Rusa Rancakalong.

Direktur BUMDesma Rusa Rancakalong, Tatang Cahyana, mengungkapkan bahwa pihaknya mengelola kawasan Geotheater secara mandiri, mulai dari operasional harian hingga pemeliharaan, tanpa adanya anggaran khusus dari pemerintah daerah.

“Kami mengelola sendiri baik operasional, pemeliharaan, dan lain-lainnya itu oleh BUMDesma dari hasil pengelolaan,” ujar Tatang.

Kunjungan Kerja Jajaran Provinsi

Berdasarkan keterangan dari Direktur BUMDesma, bhawa pihaknya baru-baru ini mendapat kunjungan dari jajaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar, datang berkunjung ke Geotheater Rancakalong untuk memantau langsung kondisi fasilitas serta melihat pola pengelolaan yang berjalan.

Direktur Bumsdesma Rusa Emas, Tatang, menjelaskan bahwa kedatangan rombongan tersebut sengaja mampir ke Geotheater Rancakalong dari agenda lain.

“Jadi sebetulnya kunjungan Pak Kadis itu sifatnya tidak resmi ya. Jadi tadi ada acara di Sumedang, kemudian yang bersangkutan mampir ke Geotheater untuk melihat kondisi Geotheater,” ungkap Tatang.

Dalam kunjungan Dispardbud Jabar tersebut, Tatang Cahyana menyampaikan laporan terkait status kawasan Geotheater Rancakalong. Geotheater Rancakalong sendiri merupakan bangunan bantuan dari Pemprov Jabar yang sudah diserahkan menjadi aset Pemerintah Kabupaten Sumedang, sementara lahan di sekitarnya merupakan tanah desa dari tiga desa.

Tantangan dan Harapan ke Depan

Meski telah menjadi pusat berbagai iven kebudayaan, BUMDesma Rusa mengakui bahwa sarana dan prasarana penunjang di Geotheater masih sangat terbatas. Sejauh ini, pendapatan operasional sebagian besar masih bergantung pada iven-iven komunitas yang mayoritas diselenggarakan di area luar gedung, seperti area berkemah (camping ground) dan area kuliner.

Ke depannya, BUMDesma menargetkan dalam rentang waktu satu hingga dua tahun ke depan pengelolaan ini dapat mencapai surplus agar dapat memberikan Pendapatan Asli Desa (PAD) bagi tiga desa di wilayah tersebut. Namun, untuk mewujudkan hal itu, pengembangan fasilitas dan peningkatan sarana prasarana menjadi hal yang krusial.

Tatang berharap kunjungan dari pihak Provinsi Jawa Barat dapat ditindaklanjuti dengan perhatian nyata, baik dalam bentuk bantuan fasilitas maupun peningkatan kapasitas pengelola.

“Harapannya dari informasi yang kami sampaikan itu dapat menjadi perhatian dari pihak provinsi, apakah itu bentuknya bantuan berupa fasilitas atau peningkatan kapasitas pengelola dan yang lain-lainnya,” pungkas Tatang. ***

Popular Articles

Popular Articles