KARAWANG | ONEDIGINEWS.COM | Pemerintah Kabupaten Karawang menggelar Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA) Bersumber Daya Lokal. Kegiatan ini diinisiasi oleh Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Karawang berkolaborasi dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP. PKK) yang diselenggarakan di Pemda 2, Rabu (09/09/2026)
Kabupaten Karawang dikenal sebagai lumbung pangan Jawa Barat. Skor Pola Pangan Harapan (PPH) pada tahun 2025 mencapai 94,38 poin, tetapi pola konsumsi masyarakat masih cenderung kurang beragam dan masih sangat bergantung pada beras. Oleh karena itu, pentingnya edukasi mengenai pentingnya pola makan B2SA terus diupayakan.
Kegiatan Lomba Cipta Menu B2SA bertujuan untuk edukasi Gizi Keluarga dalam pemenuhan gizi seimbang melalui sajian makanan sehari-hari, mengajak ibu rumah tangga, kader PKK, kader Posyandu, dan pokmas untuk menjadi penggerak utama konsumsi B2SA serta pengembangan kreativitas lokal menjadi sarana kreasi dalam mengolah bahan pangan lokal sekitar menjadi hidangan yang modern dan menarik tanpa meninggalkan kearifan lokal.
Kegiatan Lomba Cipta Menu (LCM) ini dibuka secara langsung oleh Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, S.E., dan dihadiri oleh Ketua TP. PKK Hj. Vida Syaepuloh, Analis Ketahanan Pangan Madya / Ketua Tim Kerja Promosi dari Badan Pangan Nasional, para Kepala OPD dan Camat serta diikuti oleh peserta dari 30 kecamatan dengan total 90 peserta yang terdiri dari 1 PKK kecamatan, 1 kader Posyandu, dan 1 pokmas.
Dalam sambutannya, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E. menyampaikan lomba cipta menu B2SA ini bisa mengkolaborasikan dan menyamakan persepsi dalam memanfaatkan sumber daya lokal. Beliau juga memyampaikan kepada masyarakat agar memanfaatkan pangan lokal serta mencegah dan mengurangi Food Loss and Food Waste.
“ Pangan lokal ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya dan dikonsumsi secukupnya,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan dari Badan Pangan Nasional menyampaikan bahwa pelaksanaan lomba B2SA diposisikan bukan sekadar kompetisi, melainkan sarana eedukasi pemanfaatan pangan lokal serta alat evaluasi efektivitas sosialisasi di tingkat daerah.
“Lomba ini bukan hanya sekedar kompetisi, tetapi buat kami di Pemerintah Pusat adalah sebuah sosialisasi dan juga evaluasi,” ucapnya.
Adanya lomba ini menjadi sarana belajar bagaimana menyusun menu itu dengan baik, memilih bahan pangan lokal dengan baik, mengolah sesuai dengan keamanan pangan, menyajikan, dan menghabiskannya dengan tanpa sisa. Sesuai dengan prinsip B2SA: beragam, bergizi, seimbang, aman, dan habiskan.
Adapun juri dalam Lomba Cipta Menu B2SA yaitu dari Ahli Teknologi Pangan IPB dan Nutrisionis Ahli Madya Dinkes Karawang. (*)








