SUMEDANG | ONEDIGINEWS.COM | Memasuki hari ketiga dalam rangka memperingati Hari Rabies Sedunia World Rabies Day 2026, UPTD Perikanan dan Peternakan Wilayah Sumedang Kota terus menggencarkan pelayanan gebyar vaksinasi rabies gratis bagi hewan peliharaan masyarakat, Rabu (30/9/2026).
Berdasarkan jadwal pelaksanaan, tim UPTD Perikanan dan Peternakan Wilayah Sumedang Kota menerapkan metode _on the spot_ atau jemput bola langsung ke permukiman warga yang difokuskan ke sejumlah desa di wilayah Kecamatan Ganeas
Pemilihan Kecamatan Ganeas sebagai lokus penanganan didasari tingginya antusiasme serta permintaan pihak desa, mengingat kawasan tersebut memiliki populasi hewan peliharaan khususnya anjing yang cukup tinggi, sekaligus sebagai langkah mitigasi dan pencegahan risiko penularan penyakit Hewan Penular Rabies (HPR).
Pelayanan jemput bola di Kecamatan Ganeas sendiri dijadwalkan berlangsung pukul 08.00 hingga 11.00 WIB di beberapa titik desa, diawali di Desa Dayeuhluhur pada Rabu (30/9), Desa Sukawening pada Kamis (1/10), Desa Cikondang pada Senin (5/10), dan Desa Tanjunghurip pada Rabu (7/10/2026).
Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubag TU) UPTD Perikanan dan Peternakan Wilayah Sumedang Kota, Anto Hadianto, membeberkan dinamika dan situasi teknis yang dihadapi petugas selama memberikan pelayanan vaksinasi di lapangan.

Ia menegaskan bahwa sejauh ini tidak ada kendala darurat maupun hambatan fisik dari hewan yang divaksinasi.
“Kalau dari sisi hewan peliharaannya sebetulnya tidak begitu dominan menjadi masalah, karena vaksinasi itu dilakukan bersama dengan pemiliknya langsung, jadi hewan tersebut jauh lebih jinak dan tenang saat dipegang pemiliknya,” terang Anto saat dikonfirmasi, Rabu (30/9/2026).
Menurut Anto, tantangan di lapangan justru lebih kepada faktor pemahaman masyarakat awam yang kerap termakan opini keliru, terutama anggapan bahwa suntikan vaksin dapat membuat hewan peliharaan menjadi loyo atau kehilangan keagresifannya. Persepsi tersebut paling sering dijumpai di kalangan pemilik anjing buru.
“Tantangannya kadang-kadang di masyarakat masih awam, ada semacam opini bahwa vaksinasi itu bisa melemahkan hewan peliharaan, khususnya anjing yang dipergunakan untuk berburu. Padahal intinya dengan pemberian vaksin ini bukan hewannya menjadi lemah. Memang ada jeda setelah vaksinasi semacam penurunan daya tahan sementara karena masa aktif pembentukan inkubasi vaksin di dalam tubuh hewan, tapi setelah melewati masa itu kondisinya akan normal kembali seperti biasa,” tegas Anto meluruskan mitos tersebut.
Anto menambahkan, secara umum operasional vaksinasi massal rabies di lapangan berjalan kondusif tanpa kendala berarti.
Ia pun mengimbau para pemilik hewan penular rabies seperti anjing, kucing, kera, hingga musang untuk tidak ragu memanfaatkan layanan cuma-cuma ini demi memastikan keamanan hewan serta keselamatan warga sekitar dari bahaya rabies.
Reporter : Rizky Prasetyo







