KARAWANG | ONEDIGINEWS.COM | Proyek pembangunan Gedung Puskesmas Kotabaru dengan nilai fantastis yang bersumber dari uang rakyat kembali menuai sorotan.
Di saat proyek bernilai miliaran rupiah ini terus dikebut hingga tahap pengecoran lantai dua, aspek paling penting dalam dunia konstruksi disinyalir seolah diabaikan begitu saja, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, pada Senin (7/9/2026), proyek Belanja Modal Bangunan Gedung Kantor Puskesmas Kotabaru senilai Rp5.628.474.654 yang dikerjakan oleh CV. Simpati Utama dengan konsultan supervisi PT. Graha Mitra Konsultan ini tampak mengabaikan standar perlindungan pekerja.
Seorang buruh terpantau nekat berjalan di atas titian ketinggian tanpa mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) secukupnya. Ironisnya, pelanggaran ini terjadi di tengah tahapan pengecoran lantai dua yang memiliki risiko kecelakaan kerja sangat tinggi.
Padahal, diketahui, dalam setiap dokumen perencanaan dan dokumen kontrak konstruksi, anggaran untuk item Sistem Keselamatan Konstruksi telah disiapkan secara resmi menggunakan dana negara.
Perusahaan pemenang tender diketahui, juga secara reguler diwajibkan memiliki serta menerapkan sertifikasi K3 yang ketat sebelum roda proyek berputar.
Pantauan tersebut juga dibenarkan oleh sejumlah warga sekitar, yang mengatakan sudah lama melihat pekerja proyek bekerja, tanpa menggunakan APD K3.
Sementara itu, Alih-alih memberikan ketegasan atas kelalaian di lapangan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, Neni, justru terkesan membela pihak pelaksana proyek.
Pasalnya, Saat dikonfirmasi oleh awak media melalui pesan singkatnya, Neni berdalih bahwa pekerja yang tidak menggunakan kelengkapan K3 itu bukanlah buruh atau pekerja proyek utama, melainkan “tukang pompa”.
“Selalu diingatkan ke pengawas juga untuk menerapkan… murugul, selalu pagi dikumpulkan sebelum bekerja K3 harus diterapkan,nanti kita ingatkan lagi,”kata Neni.
“ibu ngecek ada lengkap, ya itu tukang pompa katanya, bawaan group ngecor,” dalih Neni lagi enteng.
Pertanyaannya kemudian, Apakah keselamatan seorang “tukang pompa” atau pekerja harian lepas tidak bernilai , sehingga nyawa pekerja dipertaruhkan di atas ketinggian tanpa helm, sepatu safety, maupun body harness?.
Hingga berita ini diturunkan, upaya mengkonfirmasi terhadap pihak pelaksana proyek masih terus dilakukan.
Reporter: Nina Melani Paradewi








