spot_img
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

POS TERKAiT

Teror Kutu di Tunggakjati, Penjaga Gudang Sebut Fenomena Alami, dan Tawa Kecil Sang Lurah

spot_img

KARAWANG | ONEDIGINEWS.COM – Ketenangan warga di sebuah perumahan di wilayah Kelurahan Tunggakjati, Karawang Barat, Karawang, Jawa Barat, kini berubah menjadi keresahan yang mencekam.

Bukan tanpa alasan, ribuan hama kutu yang diduga berasal dari sebuah gudang telah menginvasi pemukiman warga, masuk ke dalam rumah, hingga merayap ke tempat tidur bahkan ke area dapur dan ruang-ruang lain didalam rumah.

Namun, di balik gangguan kesehatan dan kenyamanan warga tersebut, muncul dugaan kuat adanya praktik ilegal pengemasan ulang beras.

Dalam penelusuran tim investigasi onediginews.com di lapangan, warga mengeluhkan kondisi kesehatan yang mulai terganggu akibat serangan kutu tersebut.

Salah seorang warga, sebut saja Pak Haji, mengungkapkan bahwa kutu-kutu tersebut berasal dari gudang beras yang lokasi pergudangannya tepat berada di samping tembok rumah warga.

“Pas lagi tidur, ada kali 10 biji (kutu) di badan. Saya bilang, ini kutu banyak amat. Ternyata dari gudang situ, lewat tembok sampai ke genteng rumah kita,” ujar Pak Haji dengan nada geram.

“Gimana kalau masuk ke makanan, ke telinga,” kesalnya.

Warga lain menambahkan bahwa mereka harus membersihkan tempat tidur, kursi dan tembok-tembok secara ekstra setiap hari menggunakan vakum karena sapu biasa tidak lagi memadai untuk membasmi serangga tersebut.

Bahkan, kutu-kutu itu dilaporkan telah menyebar hingga ke pemukiman warga di luar area perumahan.

Kecurigaan warga semakin menguat ketika mengamati pola distribusi di gudang tersebut.

“Ya, kebetulan bekas pegawai saya ada yang pernah bekerja disana. Dimana informasinya kontainer -kontainer Beras masuk dimalam hari tidak pakai logo, tapi kemudian mereka packing kembali, dan pas keluar sudah berlogo Bulog. Ini yang saya curigai sebagai dugaan praktik pengoplosan atau pengemasan ulang di gudang tersebut,” tambah warga lainnya.

Menanggapi keluhan dan adanya informasi mencurigakan tersebut, tim investigasi onediginews.com berhasil menemui petugas penjaga gudang di lokasi.

Dalam konfirmasinya, Pihak gudang membantah adanya praktik ilegal dan menyatakan bahwa keberadaan beras tersebut merupakan bagian dari program ketahanan pangan pemerintah.

“Ini memang beras Bulog, tapi dari Bulog Jawa Barat. Karawang hanya ketempatan untuk stok saja karena gudang-gudang resmi milik mereka di sini sudah penuh,” ungkap petugas tersebut.

Terkait serangan kutu, ia mengklaim bahwa pihaknya telah melakukan prosedur operasional standar (SOP) melalui percepatan penanganan hama.

“Kami sudah melakukan fumigasi yang semula tiga bulan sekali menjadi dua bulan sekali. Untuk penyemprotan (spraying), kami tingkatkan dari sebulan sekali menjadi dua kali sebulan,” jelasnya.

Pihak gudang juga membantah bahwa banyaknya kutu sampai ke perumahan warga karena ada dugaan beras -beras yang tersimpan digudang tersebut adalah beras yang sudah tidak layak dan stok lama.

Selain itu mereka juga membantah tudingan mengenai masuknya beras impor secara tersembunyi lewat kontainer.

Ia menegaskan bahwa beras yang ada berasal dari gabah petani lokal Karawang hasil panen raya.

“Tidak ada impor, itu tidak benar. Ada mobil kontainer seolah-olah ada impor kan. Seolah impor tersembunyi oleh Bulog gitu. Enggak ada. Kami pun enggak mau juga jadi kambing hitam. Kami di sini kerja juga,” tandasnya lagi.

“Masalah kutu itu fenomena alami karena kualitas gabah atau faktor kelembapan, bahkan di penggilingan kecil pun bisa ada telurnya,dan telur tumbuh dengan cepat ” tambahnya.

Sementara itu, Lurah Tunggakjati, Farida Heriyani, saat dikonfirmasi tampak bingung dan lebih banyak menunjukan gestur senyuman dan tertawa kecil.

Lurah Farida memang tidak menampik adanya keresahan warga. Ia bahkan menyatakan pihaknya telah turun ke lapangan bersama dinas terkait.

“Kami sudah survei ke warga dan depeloper perumahan, ke gudang juga sudah. Dan kami lihatnya ketika kesana kutunya tinggal sedikit sih mungkin karena sudah disapu kali ya, kami melihat memang ada tapi gak banyak,” kata Lurah Farida, sambil tertawa kecil.

“Dan terkait ijin gudang-gudang itu ada di managemen gudang, dan itu betul bulog, Itu kiriman-kiriman dan memang ada truk-truk yang datang mengisi gudang itu,” jelas Farida, sambil kembali tertawa kecil dan tersenyum.

Namun, saat ditanya lebih lanjut mengenai unit Bulog mana yang bertanggung jawab, Farida juga kembali malah tertawa tersenyum-senyum dan enggan memberikan jawaban mendetail.

Disinggung terkait desakan warga agar gudang dikosongkan dan menjembatani dengan pihak gudang, Lurah Farida menjawab jika pihaknya selalu memantau dan mengajak ngobrol masyarakat untuk mencari solusi-solusi.

“Pihak gudang juga mengklaim sudah melakukan fumigasi dan spraying. Kami hanya memantau saja dengan camat,” ucap Lurah Farida kembali tersenyum, saat ditemui di kantor Kecamatan Karawang Barat, Selasa (28/4/2026).

Meski pihak gudang mengklaim sudah melakukan penanganan, warga bersikeras agar stok beras tersebut segera dipindahkan karena dianggap menjadi ancaman kesehatan jangka panjang bagi lingkungan pemukiman.

Reporter : Nina Melani Paradewi

Popular Articles

Popular Articles