spot_img
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img
spot_img
spot_img

POS TERKAiT

Vaksinasi Rabies Masih Berlanjut, UPTD PP Sumerang Kota Lakukan Sistem Jemput Bola ke Desa

spot_img

SUMEDANG | ONEDIGINEWS.COM | Dalam rangka memperingati Hari Rabies Sedunia (World Rabies Day) 2026, UPTD Perikanan dan Peternakan Wilayah Sumedang Kota hingga saat ini masih terus membuka pelayanan gebyar vaksinasi rabies gratis bagi hewan peliharaan masyarakat.

Berdasarkan jadwal pelaksanaan, tim UPTD Perikanan dan Peternakan Wilayah Sumedang Kota masih melakukan pelayanan vaksinasi, baik di kantor maupun jemput bola (on the spot) langsung ke wilayah desa atau kelurahan di wilayah kerja UPTD Perikanan dan Peternakan Wilayah Sumedang Kota.

Terkait pelaksanaan tersebut, perwakilan UPTD menjelaskan bahwa kegiatan ini disebar di sejumlah titik untuk memaksimalkan jangkauan.

“Alhamdulillah untuk kegiatan vaksinasi rabies dalam rangka memperingati Hari Dunia Rabies ini, kami telah melaksanakan vaksinasi di tiga kecamatan. Di Utara, Selatan di Desa Citengah, dan di Ganeas ada empat titik desa,”ujar Kasubag TU UPTD Perikanan dan Peternakan Wilayah Sumedang Kota, Anto Hadianto. Saat di konfirmasi di ruang kerjanya. Jumat (9/10/2026).

Berdasarkan data, realisasi vaksinasi rabies mencakup Kecamatan Sumedang Utara (55 dosis), Sumedang Selatan (19 dosis), dan Kecamatan Ganeas yang meliputi Desa Dayeuhluhur (26 dosis), Sukawening (38 dosis), Cikondang (78 dosis), serta Tanjunghurip (67 dosis). Dari total 283 dosis tersebut, 229 ekor merupakan kucing peliharaan dan 54 ekor anjing.

Mengenai rendahnya partisipasi vaksinasi pada anjing, pihak UPTD membeberkan dua kendala utama di lapangan.

“Permasalahan di lapangan kenapa realisasi ternak hewan piaraan anjing ini cuman 54 ekor, itu dikarenakan pertama ada opini bahwa setelah divaksin ternak anjing tersebut menjadi lemah,” jelasnya.

“Kedua, di saat kami melakukan on the spot dan door to door ke pemilik anjing, kadang-kadang orang yang merawat ternak itu lagi ada keperluan pekerjaan ke kebun atau ke sawah. Sehingga orang di rumah tidak mau membantu memegang atau menghandle ternak anjing tersebut. Karena berisiko, kalau bukan oleh pemilik langsungnya ditakutkannya ada serangan dari anjing tersebut ke kami,” lanjut Anto.

Meski begitu, pihak UPTD memastikan tidak ada pembatasan kuota bagi masyarakat yang ingin memvaksinasi hewannya.

“Selama vaksin rabies di kami ready stock, silakan masyarakat kalau emang membutuhkan kami siap layani. Bahkan hari ini juga ada konfirmasi dari Desa Gunasari untuk permohonan vaksinasi, dan kami arahkan desa untuk bersurat ke UPTD,” tegasnya.

Di luar program vaksinasi gratis, UPTD juga terus membuka pelayanan medis reguler di kantor yang didukung oleh berbagai fasilitas penunjang.

“Layanan kami ini ada yang sifatnya aktif dan semi-aktif. Yang datang ke kantor UPTD itu kebanyakan hewan peliharaan kesayangan seperti kucing, anjing, musang, kadang ada kera juga. Kami menyediakan layanan rawat inap dari hasil pemeriksaan jika dirasa perlu dirawat, serta memastikan ready stock obat-obatan dan vitamin,” tuturnya.

Menurut Anto, tingkat kunjungan layanan kesehatan hewan ini dinilai sangat positif karena berkontribusi langsung pada kas daerah Kabupaten Sumedang.

“Jelas sangat mendongkrak PAD (Pendapatan Asli Daerah). Apalagi kami ini sudah berjalan memasuki tahun kedua, udah ada retribusi pelayanan kesehatan hewan yang sudah diperdakan. Retribusi ini sangat membantu kontribusi PAD yang ada di Kabupaten Sumedang,” pungkasnya.

 

Reporter : Rizky Prasetyo

Popular Articles

Popular Articles