spot_img
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img
spot_img
spot_img

POS TERKAiT

Wajah Baru Pengawasan Desa, Ketua BPD Dwi Wulan Ramdahayanti Bawa Semangat Transparansi di Pancakarya

spot_img

KARAWANG | ONEDIGINEWS.COM | Pelantikan ribuan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Kabupaten Karawang untuk periode 2026–2034 membawa angin segar sekaligus tanggung jawab besar bagi para pemangku jabatan baru.

Bupati Karawang Aep Syaepuloh secara tegas menekankan agar fungsi pengawasan BPD benar-benar berjalan efektif dan tidak sekadar menjadi formalitas administratif belaka.

Pesan dan arahan tersebut tampaknya benar-benar meresap ke dalam diri sosok perempuan inspiratif yang kini resmi memegang kendali kepemimpinan di tingkat desa, Dwi Wulan Ramdahayanti, S.I.Kom.

Melangkah dengan visi yang segar, terpilihnya Wulan sebagai Ketua BPD Desa Pancakarya, Kecamatan Tempuran, langsung memberikan warna baru dalam dinamika tata kelola pemerintahan desa.

Ia berkomitmen penuh untuk menjalankan tugas dan fungsinya secara profesional, proporsional, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Bagi Wulan, amanah besar ini disyukurinya dengan penuh kerendahan hati.

Ia menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih mendalam atas soliditas serta kepercayaan yang diberikan oleh rekan-rekan sesama anggota BPD Pancakarya yang telah mendukungnya.

Bagi lulusan sarjana ilmu komunikasi ini, jabatan bukanlah sekadar titel atau posisi struktural, melainkan bentuk pengabdian suci. Ia memegang teguh sumpah jabatan yang telah diucapkan, menjadikannya kompas moral dalam menjalankan fungsi kontrol sosial.

“Kita dari awal sudah mengatakan sumpah. Sumpahnya didengar sama malaikat. Saya lebih takut ke akhirat daripada di dunia,” ujar Wulan dengan penuh keyakinan, (7/10/2026).

Pernyataan tersebut mencerminkan integritas moral yang kuat, sebuah landasan fundamental bagi seorang pengawas kebijakan publik di tingkat akar rumput.

Menanggapi pandangan umum di masyarakat bahwa BPD sering kali pasif atau sekadar “perpanjangan tangan” setelah pelantikan selesai, Wulan dengan tegas menyatakan komitmennya untuk mendobrak stigma tersebut.

Ia meyakini bahwa BPD dan Pemerintah Desa harus berjalan berdampingan secara harmonis, namun tetap kritis dalam koridor pengawasan.

Menurutnya, fungsi kontrol sosial tidak diartikan sebagai bentuk permusuhan, melainkan sebagai ruang bersama untuk memperbaiki setiap kekurangan maupun kekeliruan dalam tata kelola keuangan dan pelayanan desa.

“Kita sama-sama duduk bersama jika ada kekurangan atau kesalahan dari pemerintahan desa. Kita sama-sama saling kontrol saja. Jadi, kita kembalikan ke marwah BPD yang sesungguhnya,” ungkapnya.

Dengan latar belakang keilmuan komunikasi yang dimilikinya, kepemimpinan Wulan diproyeksikan mampu menjembatani aspirasi masyarakat secara transparan dan komunikatif.

Kehadirannya sebagai Ketua BPD Desa Pancakarya diharapkan mampu menciptakan iklim pemerintahan desa yang akuntabel, responsif, dan berpihak penuh kepada kepentingan masyarakat luas.

Melalui semangat baru, regulasi yang jelas, serta landasan moral yang kokoh, Dwi Wulan Ramdahayanti, S.I.Kom., siap membuktikan bahwa BPD bukan lagi lembaga pasif, tetapi mitra strategis yang aktif mengawal kemajuan Desa Pancakarya.

 

Reporter: Nina Melani Paradewi

Popular Articles

Popular Articles