spot_img
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

POS TERKAiT

Masjid Raya Bintaro Jaya: Menghidupkan Konsep Masjid Ramah Keluarga sebagai Oase Iman dan Kemanusiaan

TANGERANG SELATAN – Di tengah hiruk-pikuk modernitas, Masjid Raya Bintaro Jaya (MRBJ) muncul dengan wajah baru yang menyejukkan.

Masjid yang tidak hanya dipakai tempat singgah untuk sujud, masjid ini telah bertransformasi menjadi “Rumah Pulang” yang ramah bagi setiap anggota keluarga.

Dengan filosofi sebagai pusat pertumbuhan iman, ilmu, dan kepedulian, MRBJ membuktikan bahwa masjid bisa menjadi ruang publik yang paling hangat dan inklusif bagi ayah, ibu, hingga anak-anak.

Langkah MRBJ dalam memperkuat ketahanan keluarga ini ternyata sejalan dengan visi besar Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Pusat di bawah naungan Kementerian Agama RI.

Dalam dokumen strategisnya, BP4 menegaskan bahwa optimalisasi peran masjid adalah kunci utama menuju Indonesia Emas 2045.

Masjid diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah ritual, tetapi juga berfungsi sebagai pusat pelayanan sosial kemasyarakatan yang menyediakan solusi nyata bagi permasalahan keluarga, mulai dari literasi keuangan hingga pola pengasuhan anak yang efektif.

Di MRBJ, konsep ramah keluarga ini diterjemahkan secara nyata melalui fasilitas dan program yang menyentuh seluruh lapisan usia.

Bagi para lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas, masjid ini menyediakan lift, marka jalur khusus, hingga bangku lipat untuk memudahkan ibadah.

Sementara itu, bagi anak-anak, kehadiran area kids playground mengubah stigma masjid yang kaku menjadi tempat yang menyenangkan.

Hal ini selaras dengan ajakan BP4 untuk menjadikan masjid sebagai ruang belajar yang aman bagi generasi masa depan untuk mengenal adab dan iman tanpa rasa takut.

Aspek intelektual dan spiritual pun digarap secara serius melalui pilar Baitul Qur’an dan Baitul Dakwah. Mulai dari ratusan santri cilik yang belajar dengan metode tilawati hingga forum halaqah untuk umum, MRBJ menjalankan fungsi “Rumah Ilmu” yang mencerahkan.

Pendekatan dakwahnya pun unik, tetap berpegang teguh pada aqidah Ahlussunnah Waljamaah namun disampaikan dengan argumen rasional yang relevan dengan tantangan zaman.

Bahkan, keterlibatan aktif remaja melalui Remisya menjadi bukti bahwa kaderisasi pemuda masjid dilakukan secara sistematis demi melanjutkan estafet perjuangan dakwah.

Tak berhenti pada urusan batin, masjid ini juga hadir sebagai “Rumah Kepedulian” melalui Baitul Maal dan Baitul Muamalah.

Dengan melayani ribuan mustahik dan menyediakan pinjaman modal usaha tanpa riba (qordhul hasan) bagi ribuan pelaku UMKM, MRBJ menjalankan fungsi ekonomi umat yang nyata melalui Lembaga Amil Zakat (LAZ) MRBJ. Kehadiran zona muamalah yang lengkap dengan Creative Hub, Coworking Space, hingga food court semakin mengukuhkan posisinya sebagai ekosistem ekonomi yang mandiri.

Pada akhirnya, apa yang dilakukan oleh Masjid Raya Bintaro Jaya adalah sebuah langkah konkret dalam mewujudkan cita-cita BP4 Kementerian Agama: menjadikan masjid sebagai pilar utama pembangunan nasional.

Dengan menciptakan lingkungan yang ramah keluarga, MRBJ tidak hanya sedang merawat sebuah bangunan, tetapi sedang membangun fondasi bangsa yang kuat melalui keluarga-keluarga yang harmonis, mandiri, dan bertaqwa.

Di sini, setiap keluarga diajak untuk tumbuh bersama, memastikan bahwa masjid benar-benar menjadi universitas kehidupan bagi semua.

Popular Articles