spot_img
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

POS TERKAiT

BPJS Ketenagakerjaan Cikarang Terapkan Antrean Online Terjadwal untuk Atasi Lonjakan Klaim

spot_img

Kab Bekasi, Onediginews.com — Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Cikarang terus berinovasi dalam meningkatkan pelayanan dengan menghadirkan fitur antrean online terjadwal melalui layanan Lapak Asik. Langkah ini dilakukan untuk mengurai kepadatan antrean yang kerap terjadi, khususnya di wilayah dengan tingkat kunjungan tinggi seperti Kabupaten Bekasi.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Cikarang, Muhyiddin Dj, menjelaskan bahwa sistem antrean online sebenarnya telah diterapkan sejak tahun sebelumnya. Namun, mulai 1 April 2026, fitur tersebut dikembangkan menjadi lebih presisi dengan pengaturan jadwal pelayanan hingga per jam.

“Antrean online ini sebenarnya bukan hal baru. Sejak tahun lalu sudah diterapkan, tetapi per 1 April kami kembangkan menjadi antrean online terjadwal yang lebih detail hingga ke jam pelayanan,” ujarnya saat ditemui di kantornya di Jalan Ki Dewantara No. 12, Kawasan Industri Jababeka, Desa Simpangan, Kecamatan Cikarang Utara, Senin (13/4/2026).

Ia menjelaskan, jika sebelumnya peserta hanya memilih hari kedatangan, kini sistem memungkinkan peserta memperoleh jadwal lebih spesifik berdasarkan rentang waktu per jam. Dengan demikian, pelayanan menjadi lebih tertib dan terdistribusi.

“Kalau dulu hanya memilih hari, sekarang peserta bisa mendapatkan jadwal, misalnya Senin pukul 10.00–11.00. Jadi sudah dibagi per jam, mulai dari pukul 08.00 hingga jam layanan berakhir,” jelasnya.

Melalui sistem ini, peserta yang telah mendaftar akan memperoleh barcode setelah registrasi melalui Lapak Asik. Barcode tersebut digunakan saat datang ke kantor untuk dipindai dan mendapatkan nomor antrean sesuai jadwal.

Tingginya kunjungan di Kabupaten Bekasi, yang bisa mencapai 280 antrean klaim per hari, menjadi alasan utama penerapan sistem ini.

“Peserta mendaftar melalui link yang tersedia, mengisi data pribadi serta mengunggah dokumen seperti KTP. Output-nya berupa barcode yang digunakan saat datang ke kantor. Dalam satu hari antrean klaim bisa mencapai 280. Ini menunjukkan tingkat kunjungan yang sangat tinggi sehingga perlu sistem yang lebih tertata,” ungkapnya.

Pada tahap awal penerapan, masih terjadi penumpukan antrean karena banyak peserta belum memahami mekanisme baru dan baru mendaftar setelah tiba di kantor. Untuk itu, BPJS Ketenagakerjaan telah melakukan sosialisasi kepada perusahaan agar pekerja yang akan melakukan klaim JHT memahami prosedur sejak awal.

“Ke depan kami harap peserta sudah mendaftar dari rumah sesuai jadwal. Kami juga telah mengirim surat ke perusahaan agar pekerja nonaktif memahami mekanisme klaim dan antrean sejak awal,” tambahnya.

Terkait efektivitas, sistem ini masih dalam tahap awal sehingga belum dapat diukur secara menyeluruh. Namun, pihaknya optimistis mulai Mei antrean akan lebih tertata. Kendala teknis seperti gangguan server sempat terjadi akibat tingginya akses, namun terus dilakukan perbaikan oleh tim IT pusat.

“Untuk pekerja penerima upah, kami nilai tidak ada kendala karena literasi digital sudah cukup baik. Sementara untuk peserta bukan penerima upah, masih kami layani secara manual karena jumlahnya tidak terlalu besar,” tandasnya.

Popular Articles

Popular Articles