KARAWANG | ONEDIGINEWS.COM | Pelaksanaan Musyawarah Kabupaten (Mukab) Kadin Karawang ke-8 yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 15 April 2026 di Hotel Resinda, menjadi ujian krusial bagi soliditas organisasi pengusaha di Kabupaten Karawang.
Di tengah isu dualisme kepemimpinan Kadin Jawa Barat yang merembet ke daerah, Steering Committee (SC) memastikan acara tetap berjalan dengan pengawalan ketat dan verifikasi peserta yang valid.
SC Mukab secara resmi menetapkan tiga kandidat yang akan memperebutkan kursi panas Ketua Kadin Karawang.
Ketiganya saat ini sedang menjalani karantina, yaitu, masa diskusi intensif untuk merumuskan masa depan ekonomi Kabupaten Karawang.
Ketiga calon tersebut adalah,
1. Abdul Aziz Mathori, Sosok yang dikenal memiliki visi strategis dalam mempererat hubungan antara industri besar dan pengusaha lokal.
2. Novriyanto Syafrudin : Menawarkan kepemimpinan yang inklusif. Ia menegaskan bahwa keikutsertaannya adalah untuk memastikan Kadin menjadi rumah yang nyaman bagi seluruh strata pengusaha.
3. Aris Susanto: Membawa misi proteksi terhadap pelaku usaha daerah.
Sekretaris SC, Muna, mengungkapkan sebuah langkah unik di mana ketiga calon saat ini sedang dipertemukan dalam forum khusus.
“Sebetulnya memang ketiga calon Ketua sudah kita karantina. Dalam arti, kita meminta mereka berdiskusi untuk membangun set plan dan blueprint Kadin ke depan. Ini dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di forum besok,”* ujar Muna.
Dinamika Mukab kali ini tidak lepas dari konflik dualisme kepemimpinan di tingkat Kadin Jawa Barat. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa kelompok lain juga berencana menggelar acara serupa di hari yang sama.
Menyikapi hal tersebut, Ketua SC Mukab Kadin Karawang ke-8 Rudi BG, menegaskan sikap tegak lurus organisasi.
“Kami menghargai hak asasi dalam berorganisasi, namun saya fokus, tidak melirik kanan-kiri. Saya lurus sebagai pelaksana Mukab Kadin ke-8 khusus bagi anggota kami yang sah secara AD/RT,” tegasnya.
Terkait kekhawatiran akan adanya gesekan atau kericuhan akibat klaim legalitas ganda, panitia menyerahkan sepenuhnya pada proses hukum dan pihak keamanan.
“Soal persoalan hukum di ‘atas’ yang belum selesai, kita serahkan kepada kewenangan peradilan melalui jalur litigasi. Untuk keamanan, kami percaya sepenuhnya kepada Kepolisian. Semua sudah ada pemberitahuan dan izin, insyaallah berjalan lancar tanpa ekses,” tambahnya.
Untuk mengantisipasi adanya peserta “ganda” yang juga menghadiri mukab kubu lain, panitia akan menerapkan sistem verifikasi identitas yang sangat ketat.
“Kesiapan peserta sangat secret (rahasia). Ada identitas yang harus mereka penuhi, terutama kepemilikan nomor KTA Kadin yang sah sebelum diperbolehkan masuk ke area persidangan,”imbuh Rudi BG lagi.
Meskipun dibayangi konflik internal organisasi, SC memastikan hubungan dengan Pemerintah Kabupaten Karawang tetap berjalan harmonis. Bupati Karawang beserta jajaran Forkopimda pun menurut SC telah mengonfirmasi kehadirannya.
“Kadin harus sinergi dengan pemerintah. Kalau tidak, bagaimana program-program bisa didukung? Kita saling mengisi dan membutuhkan satu sama lain. Sampai detik ini, pihak Pemda insyaallah hadir,”* tutup Ketua SC.
Mukab ini diprediksi akan menjadi penentu apakah Kadin Karawang mampu tetap solid menjadi mitra pemerintah dalam mengawal iklim investasi, atau justru semakin tergerus oleh konflik kepemimpinan yang berkepanjangan.





