KARAWANG | ONEDIGINEWS.COM | Kasus dugaan praktik percaloan calon tenaga kerja yang menyeret nama manajemen sebuah perusahaan sepatu ternama di Kabupaten Karawang mencuat.
Informasi dan tangkapan layar percakapan WhatsApp terkait kasus ini diperoleh redaksi dari sumber terpercaya yang menyampaikannya langsung kepada meja redaksi.
Berdasarkan dokumen digital tersebut, pihak manajemen yang disebut sebagai Direktur HR sempat menjanjikan pengembalian uang kepada pihak pelapor, meski di sisi lain Direktur HR tersebut dengan tegas membantah keterlibatan dirinya dan menuding ada upaya penggiringan opini.
Isu ini mencuat setelah salah satu organisasi kepemudaan menyoroti dugaan adanya praktik percaloan rekrutmen kerja yang merugikan warga.
Dalam transkrip percakapan digital yang diterima redaksi, terdapat kontak bernama “Susilo directur changshin” atau yang akrab disapa Pa Susilo, yang membahas penyelesaian secara kekeluargaan terkait pengembalian dana.
“Kita kekeluargaan saja, nanti kita balikan uangnya semua… bagaimana, jangan bawa-bawa orang luar ke dalam,” demikian bunyi petikan pesan dalam percakapan grup tersebut.
Selain isu pengembalian uang, percakapan itu juga diwarnai ketegangan terkait dinamika di tingkat desa, karang taruna, serta keterlibatan sosok perempuan bernama Rina yang disebut sebagai perwakilan HR perusahaan.
Menanggapi polemik yang mencatut namanya, ketika dikonfirmasi, Manager HRD PT, Susilo, secara tegas membantah seluruh isi percakapan dalam tangkapan layar WhatsApp itu.
Ia menyatakan bahwa nomor telepon yang tercantum bukanlah miliknya dan menilai penyebaran tangkapan layar itu sebagai bentuk fitnah serta upaya penyerangan karakter secara pribadi.
“Itu fitnah, karena yang mengaku korban saya suruh lapor ke polisi tidak mau, dan saya melihat ada upaya menyerang saya secara pribadi,” ujar Susilo saat dikonfirmasi, Selasa (1/9/2026).
Susilo juga mengeklaim bahwa percakapan tersebut merupakan rekayasa pihak tertentu untuk menggiring opini publik agar memusuhi dirinya.
Ia menegaskan hanya memiliki satu nomor kontak resmi dan menantang pihak-pihak yang melayangkan tuduhan untuk membawa permasalahan ini ke ranah hukum atau meminta Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Karawang.
“Itu percakapan buatan mereka, karena itu bukan nomor saya, itu hanya opini menggiring banyak orang supaya memusuhi saya. Nomor saya hanya satu, dan percakapan itu bukan nomor saya,” tegasnya.
“Nitip pesan saja, kepada pemfitnah lapor polisi saja jika curiga saya pelakunya biar selesai. Bahkan saya sarankan untuk minta RDP ke DPRD dengan menghadirkan semua yang mengaku korban, supaya jelas.”tambah Susilo.
Kendati demikian, ketika dikonfirmasi lebih lanjut mengenai keterlibatan seorang perempuan bernama Rina HR yang turut aktif dalam percakapan grup tersebut, Susilo memilih enggan memberikan penjelasan lebih rinci dan menyudahi komunikasi.
“Cukup ya, itu saja. Terima kasih,” pungkasnya.
Reporter : Nina Melani Paradewi








