SUMEDANG | ONEDIGINEWS.COM | Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Karawang melaksanakan kunjungan kerja sekaligus studi tiru ke Dinas Sosial Kabupaten Sumedang, Kamis (24/9/2026). Agenda ini difokuskan pada pertukaran wawasan dan penyerapan strategi terkait langkah-langkah aktivasi penyelenggaraan portal Perlindungan Sosial (Perlinsos).
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Karawang, Agus Kurnia, menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari kiat serta tata cara teknis pelaksanaan Perlinsos yang dinilai berjalan sangat baik di Kabupaten Sumedang.
“Kita ini studi tiru ke Sumedang berkaitan dengan kegiatan aktivasi tentang portal Perlinsos. Kita kan belum ada launching, tapi minimal dengan kita belajar ke Sumedang ini kita punya trik atau langkah-langkah seperti apa agar Perlinsos di Karawang itu lebih maksimal,” ujar Agus saat dikonfirmasi.
Agus menuturkan, saat ini pihak Dinsos Karawang sudah mulai bergerak melakukan sosialisasi dan menggerakkan pilar-pilar sosial di lapangan sebagai agen pendamping warga.

“Kita baru sebatas sosialisasi, tapi kita sudah curi start. Kita sudah menggunakan pilar sosial kita di kewilayahan, seperti petugas TKSK dan para PSM, agar mereka menjadi agen pendamping untuk membantu masyarakat yang tidak paham terhadap aplikasi itu,” jelasnya.
Terkait sasaran, Agus menyebutkan potensi kepesertaan di Karawang mencapai kisaran 928 ribu kepala keluarga (KK). Ke depan, pihaknya juga akan melangkah ke koordinasi lintas perangkat daerah dan kecamatan sebelum peluncuran resmi.
“Mudah-mudahan dengan adanya portal Perlinsos ini, masyarakat yang betul-betul berhak mendapatkan haknya, dan orang yang mampu tidak mendapatkan haknya. Setelah nanti kita launching bersama jajaran OPD dan camat, kita akan adakan evaluasi,” tambahnya.
Menanggapi kunjungan tersebut, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) pada Dinas Sosial Kabupaten Sumedang, H. Komar, S.E., M.E., menyambut hangat inisiatif kolaborasi yang dilakukan Dinsos Kabupaten Karawang.
Komar memaparkan bahwa capaian pendaftaran Perlinsos di Kabupaten Sumedang saat ini memang menorehkan hasil positif, baik di tingkat regional maupun nasional.
“Untuk tingkat Jawa Barat, posisi hasil pencapaian pendaftaran kita berada di peringkat pertama dengan capaian 52,22 persen dari total 458 ribu lebih sasaran. Sedangkan secara nasional, Sumedang berada di posisi ketujuh. Alhamdulillah, ini buah dari kerja keras bersama,” ungkap Komar.
Terkait hal-hal yang dibagikan dalam pertemuan, Komar menerangkan bahwa pihaknya memaparkan alur tata kelola secara menyeluruh mulai dari tahap perencanaan hingga penanganan di tingkat bawah.
“Tadi yang dibahas mulai dari perencanaan, persiapan regulasi, sampai teknis penunjukan agen, dan koordinasi di lapangan. Karena melibatkan banyak orang, pasti harus ada koordinasi yang jelas dan tegas. Sama halnya dengan Karawang, motor penggerak atau agen intinya adalah pendamping PKH dan TKSK,” tuturnya.
Lebih jauh, Komar menekankan bahwa semangat saling belajar antardaerah menjadi langkah penting untuk menghadapi dinamika kondisi sosial ekonomi masyarakat.
“Kunjungan ini prinsipnya untuk Amati, Tiru, dan Modifikasi (ATM) apa yang sudah dilakukan. Kondisi sosial ekonomi masyarakat itu dinamis; mungkin saja sekarang mampu, tapi besok karena suatu hal bisa jatuh miskin. Melalui sistem pendataan Perlinsos yang menyeluruh, diharapkan hak-hak masyarakat dapat terlayani secara adil dan tepat sasaran,” pungkas Komar.
Reporter: Rizky Prasetyo







