spot_img
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

POS TERKAiT

Dana Pemeliharaan SMKN Batujaya Capai Rp895 Juta, Pihak Sekolah Berdalih Baru Menjabat

spot_img

KARAWANG | ONEDIGINEWS.COM – Besarnya alokasi anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana di SMKN Batujaya, Kabupaten Karawang, yang bersumber dari Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) kini tengah menjadi sorotan.

Pasalnya, kucuran dana ratusan juta rupiah per tahun tersebut dinilai tidak selaras dengan kondisi fisik gedung sekolah yang terpantau memprihatinkan.

Berdasarkan data sistem publik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang dihimpun melalui laman Jaga KPK, dalam tiga tahun terakhir (2023–2025), SMKN Batujaya telah menghabiskan anggaran kurang lebih Rp895.251.420 khusus untuk biaya pemeliharaan sarana dan prasarana.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan sejumlah fasilitas tampak rusak dan kurang terawat.

Pantauan di lokasi menunjukkan adanya bagian bangunan dengan plafon yang rusak parah, terkelupas, hingga ditumbuhi lumut hijau pekat—sebuah indikasi adanya pembiaran kerusakan dalam jangka waktu lama.

Saat dikonfirmasi oleh onediginews.com, pihak sekolah melalui Bagian Sarana dan Prasarana (Sapras), Septi, mengklarifikasi bahwa kerusakan tersebut bukan berada di area ruang kelas.

“Untuk plafon itu bukan di kelas, melainkan di pos satpam, dan sudah direncanakan untuk segera diperbaiki,” ujar Septi pada Selasa (17/6/2026).

Meski demikian, Septi mengaku tidak dapat memberikan rincian detail mengenai penggunaan anggaran pemeliharaan ratusan juta pada tahun-tahun sebelumnya dengan alasan baru menduduki jabatan tersebut.

“Saya baru di bidang ini sejak Januari 2026, jadi belum mengetahui detail anggaran sebelumnya,” tambahnya.

Senada dengan Septi, Humas SMKN Batujaya, Fazri, menyebutkan bahwa anggaran tersebut dialokasikan untuk pemeliharaan lapangan, pendingin ruangan (AC), dan kebutuhan lain.

Namun, ia pun tidak mampu merinci data serapan anggaran secara transparan.

“Untuk detailnya saya tidak bisa menjelaskan karena tidak memiliki data tersebut,” kata Fazri.

Mengenai kondisi area depan sekolah yang tampak gersang dan tidak tertata, Fazri menjelaskan bahwa akses tersebut sebenarnya pernah dipaving, namun kembali rusak akibat aktivitas pembangunan yang melibatkan alat berat di lingkungan sekolah.

“Sudah pernah dipaving, tetapi rusak lagi karena dilalui alat berat. Selama pembangunan masih berlangsung, perbaikan akses dan estetika belum menjadi prioritas untuk menghindari pemborosan anggaran,” jelasnya.

Merujuk pada data resmi, SMKN Batujaya menerima Dana BOS dengan tren yang terus meningkat:

Berikut adalah rincian jumlah siswa dan dana yang dikelola SMKN Batujaya:
​1. Tahun Anggaran 2023
* ​Jumlah Siswa Penerima: 652 Siswa
* ​Total Dana BOS Diterima: Rp1.056.240.000
* ​Alokasi Pemeliharaan: Rp181.229.000
* ​Rata-rata Beban Pemeliharaan: Rp277.958 per siswa
​2. Tahun Anggaran 2024
* ​Jumlah Siswa Penerima: 788 Siswa (Naik 136 siswa)
* ​Total Dana BOS Diterima: Rp1.276.560.000
* ​Alokasi Pemeliharaan: Rp356.309.920
* ​Rata-rata Beban Pemeliharaan: Rp452.170 per siswa
​3. Tahun Anggaran 2025
* ​Jumlah Siswa Penerima: 809 Siswa (Naik 21 siswa)
* ​Total Dana BOS Diterima: Rp1.310.580.000
* ​Alokasi Pemeliharaan: Rp357.712.500
* ​Rata-rata Beban Pemeliharaan: Rp442.166 per siswa

Jika diakumulasikan, rata-rata negara menitipkan anggaran hampir setengah juta rupiah per siswa setiap tahunnya hanya untuk memastikan gedung sekolah dalam kondisi baik.

Popular Articles

Popular Articles