spot_img
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img
spot_img
spot_img

POS TERKAiT

Dari Jeritan Sekdes Wanajaya hingga Taruhan Nyawa Berebut Potomgan Besi Sampai Abaikan K3, Proyek Trans Heksa Disorot, Wasnaker Didesak Audit!

spot_img

KARAWANG | ONEDIGINEWS.COM | Di balik megahnya pertumbuhan kawasan industri raksasa dan proyek-proyek strategis di Kabupaten Karawang, tersimpan potret buram ketimpangan sosial yang merajut keprihatinan mendalam.

Karawang yang kerap dijuluki sebagai salah satu kota investasi, kini menyajikan pemandangan kontras yang menyentuh nurani publik.

Sorotan publik belakangan ini mengemuka menyusul keluhan terbuka yang disampaikan oleh Sekretaris Desa (Sekdes) Wanajaya, Hendar.

Melalui unggahan vlog di media sosial beberapa waktu lalu, Hendar menyuarakan kegelisahan warganya.

Di tengah berdirinya perusahaan-perusahaan skala raksasa di wilayah tersebut seperti CATL, CATIB, hingga Smoothway kenyataan pahit justru dialami masyarakat lokal, angka pengangguran di kalangan warga setempat masih sangat tinggi dan belum terserap secara optimal.

Kondisi ini kian memicu keprihatinan ketika diduga arus tenaga kerja asing (TKA) justru mendominasi aktivitas pembangunan dan operasional, sementara para pemuda lokal seolah hanya menjadi penonton di tanah kelahirannya sendiri.

Sumber Foto Istimewa/ Sekdes Wanajaya Hendar.

Dampak domino dari minimnya akses pekerjaan formal di industri besar ini berujung pada potret sosial yang mengiris hati.

Karena keterbatasan lapangan kerja dan ketiadaan peluang yang memadai, sejumlah warga lokal terpantau sedang berebut besi bekas di lokasi proyek-proyek konstruksi besar. Pada area pembangunan infrastruktur, seperti proyek Jalan Trans Heksa di Kawasan Arta.

Dimana, ikhtiar menyambung hidup tersebut justru dihadapkan pada ancaman keselamatan jiwa yang nyata.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pelaksanaan pengerjaan proyek Jalan Trans Heksa disinyalir kuat mengabaikan standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Ketiadaan rambu peringatan bahaya, minimnya barikade pengaman (zona bahaya), hingga lemahnya pengawasan membuat warga setempat mencari sisa besi dengan beraktivitas di bawah bayang-bayang risiko kecelakaan kerja yang fatal.

Karawang dibanggakan dengan investasi triliunan rupiah, tetapi warga lokal harus bertaruh nyawa mengumpulkan besi tua di area proyek yang minim standar keselamatan kerja hanya untuk bertahan hidup.

Pemerintah daerah pun didesak untuk segera melakukan audit transparan terkait penyerapan tenaga kerja lokal di perusahaan-perusahaan besar, serta memperketat pengawasan terhadap keberadaan Tenaga Kerja Asing (TKA) agar sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Di sisi lain, Satuan Kerja Pengawas Ketenagakerjaan (Wasnaker) diminta dapat memberikan teguran keras dan tindakan tegas kepada pengembang maupun kontraktor seperti pada proyek Jalan Trans Heksa agar menerapkan standar K3 secara ketat demi melindungi keselamatan warga dan pekerja di sekitar lokasi.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi Onediginews.com terus berupaya melakukan konfirmasi dan pengujian informasi kepada pihak manajemen kawasan, kontraktor pelaksana, serta UPTD Satuan Kerja Pengawas Ketenagakerjaan Karawang guna menyajikan pemberitaan yang objektif, proporsional, dan berimbang.

 

 

Reporter : Nina Melani Paradewi

Popular Articles

Popular Articles