KARAWANG, ONEDIGINEWS.COM – Pemuda Desa Lemahduhur, Kecamatan Tempuran, Yusup Sopian Mulyana, menyuarakan aspirasi bertajuk “Cahaya Matahari dari Utara Karawang”. Ia mendesak pemerintah daerah untuk mempercepat realisasi program sarana dan prasarana (sarpras) pertanian guna mendukung target swasembada pangan di Kabupaten Karawang.
Yusup menjelaskan bahwa pengajuan program tersebut telah ditempuh secara formal melalui Kelompok Tani Sri Jaya sejak 23 Februari 2026. Proposal tersebut pun telah mengantongi legalitas lengkap, mulai dari tanda tangan pengurus kelompok tani, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), Pemerintah Desa, UPTD Kecamatan, hingga Badan Penyuluhan Pertanian (BPP).
“Pengajuan ini adalah ikhtiar kolektif untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur pertanian, terutama demi menggenjot produktivitas padi di wilayah kami,” ujar Yusup, Selasa (21/4/2026).
Langkah proaktif juga telah dilakukan dengan mengikuti rapat lintas dinas daring bertajuk DERIKA#4 pada 10 Maret lalu. Dalam forum tersebut, Yusup menyampaikan langsung urgensi dukungan infrastruktur kepada para pengambil kebijakan.
Menurutnya, sosialisasi ketahanan pangan yang masif dilakukan dinas terkait—termasuk sinergi dengan jajaran TNI Batalyon Infanteri—harus dibuktikan dengan implementasi nyata di lapangan. Ia mencatat, pada awal Ramadan lalu, dirinya telah menyerahkan dokumen susulan berupa persetujuan masyarakat hingga titik koordinat lokasi program. Namun, hingga saat ini belum ada titik terang.
“Kami sangat mengharapkan kepastian. Ini bukan sekadar administratif, tapi menyangkut hajat hidup petani dan masyarakat luas,” tegasnya.
Persoalan ini juga selaras dengan arahan Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, dalam Musrenbang RKPD 2027 pada 9 April lalu. Saat itu, Bupati menekankan bahwa infrastruktur adalah kunci pertumbuhan ekonomi daerah dari tingkat desa hingga kabupaten. Yusup menilai, wilayah Karawang Utara seharusnya menjadi prioritas karena perannya yang krusial bagi sektor pertanian.
Menutup pernyataannya, Yusup mengaitkan perjuangan petani ini dengan momentum Hari Kartini yang jatuh pada hari ini.
“Mengambil semangat Habis Gelap Terbitlah Terang, kami berharap ada perubahan nyata. Kami ingin petani semakin maju, sejahtera, dan pembangunan sektor pertanian memberikan dampak ekonomi yang konkret bagi masyarakat,” pungkasnya. (RED)





