spot_img
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img
spot_img
spot_img

POS TERKAiT

Jalan Galuhmas Bergelombang dan Diselimuti Polemik, Kabid Jalan Ngaku Baru Tahu Setelah SPPBJ Terbit, dan Keluhkan Hasil Kerja

spot_img

KARAWANG | ONEDIGINEWS.COM | Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang memberikan penjelasan terperinci terkait progres pembangunan Jalan Galuh Mas yang saat ini banyak disorot publik.

Proyek dengan nama paket Peningkatan Jalan Galuhmas – Telukjambe (Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang) ini dilaksanakan melalui metode Mini-Kompetisi Katalog Elektronik Tahun Anggaran 2026 di bawah pimpinan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sekaligus Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kabupaten Karawang, Dani Firmansyah.

Proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Karawang Tahun Anggaran 2026 ini memiliki Nilai Pagu Anggaran sebesar Rp6.500.000.000,00 dan Nilai Total Pagu Kompetisi sebesar Rp6.499.923.000,00, dengan jangka waktu pelaksanaan selama 120 (seratus dua puluh) hari kalender sejak diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).

Adapun pengerjaan proyek ini dipercayakan kepada PT Alaska Zayden Xavier.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kabupaten Karawang sekaligus PPK, Danni Firmansyah, ketika dikonfirmasi terkait polemik tender hingga keluhan kondisi jalan mengatakan,

“Ya, intinya memang yang galuh itu memang yang pemenangnya PT. Alaska, “kata Dani, Jumat (16/10/2026).

“Adapun kemarin memang ada kegaduhan, jujur saya memang tahu bahwa PT. Alaska sudah memegang 6 paket pekerjaan itu setelah terjadi, gitu kan. Dalam artian gini, dalam artian kita enggak ngecek Sisa Kemampuan Paket (SKP) itu di minikom waktu itu betul tadi yang dicek pakai LPSE ya, betul hanya empat, gitu kan, yang kita tahu kan mengambil patokannya itu,” sambungnya.

Saat disinggung mengenai mengapa tidak adanya verifikasi faktual mendalam selain pengecekan sistem, ia menjelaskan,

“Ya, saya enggak ngecek, hanya cek LPSE ya kemarin. saya tahu setelah Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) itu sudah saya keluarkan, sudah serba macam, gitu kan,”dalih Dani.

Ketika ditanya mengenai isu dugaan pinjam bendera perusahaan dan

mengapa Dani sebagai PPK seolah tutup mata dan tidak melakukan lagi pengecekan ulang (verifikasi faktual) terkait SKP PT Alaska meski mengetahui bahwa perusahaan tersebut sudah memiliki 6 Paket pekerjaan yang kabarnya sedang dilaksanakan secara berbarengan. 4 paket LPSE dan 2 paket e-Katalog, karena adanya intervensi “orang kuat “ atau pihak di balik perusahaan penyedia kepada dirinya sebagai PPK, Danni membantahnya, dan menegaskan bahwa pihaknya berurusan secara resmi langsung dengan pihak manajemen utama.

“Kalau kita kan bekerja sama dengan direktur nya? Saya komunikasi sama direktur, gitu ya. Jadi istilahnya saya enggak tahu gitu ya, siapa dibelakangnya siapa ya, mau siapapun, gitu ya. Yang jelas kan kita berkontrak dengan PT Alaskanya, gitu.”tandas Dani.

Lebih lanjut, Menanggapi sejumlah keluhan masyarakat di lapangan karena permukaan jalan yang dirasakan masih bergelombang, Dani memberikan penjelasan teknis secara transparan.

“Eee kemarin saya juga lewat di situ, gitu. Ada rasa yang berbeda. Tapi ya memang ini lapisan di bawah ya, nanti tetaplah lapisan di bawah ini tetap saya jadikan patokan, karena apa? Ini sebagai pondasi. Kalau lapisan bawahnya bagus, hasil lapisan atasnya pun akan bagus, jalan akan rata dan mulus,” paparnya.

Ia pun lebih lanjut, merinci tahapan konstruksi jalan yang dikerjakan.

“Jadi AC-BC itu 6 cm (AC-BC adalah jenis campuran lapis aspal beton yang terletak di lapis bawah), dan AC-WC-nya 4 cm (AC-WC adalah jenis campuran lapis aspal beton lapis permukaan paling atas), gitu. Kita pakai dua lapis, gitu.”kata Dani.

“Nah, yang kita pasang sekarang ini baru satu lapis, baru lapis pertama AC-BC ya. Betul. Ini baru lapis pertama. Nah, setelah lapis pertama ini, nanti kan kita muncul lagi ada lapisan kedua yang AC-WC. Nah, di situ sebelum saya masuk ke lapis kedua ini, karena ini AC-BC sudah agak terlalu lama nanti kita cross-check dulu ya, apakah perlu perbaikan dulu atau tidak, atau seperti apa, “ terangnya lagi.

Dani juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan langsung melanjutkan pelapisan jika fondasi bawahnya bermasalah.

“Begitu di bawahnya kurang baik, pasti nanti malah tidak baik hasilnya (AC-WC- nya) . Nah, ini pasti kita cross-check sebelum ada lapisan yang berikutnya. Ini juga kemarin juga saya ada beberapa yang saya komplain, gitu kan, terkait kondisi di sana. Tetap kita masih ingin diperbaiki. Jadi tidak serta-merta pelaksana ini langsung layer, layer, layer, tidak. Kita cross-check dulu lah.”tegasnya.

Terkait perkembangan di lapangan, Danni memaparkan data progres terbaru dari proyek peningkatan jalan tersebut.

“Minggu kesembilan progres proyek ini baru mencapai 61% dari bobot rencana 45%. Jadi ini ada deviasi (selisih keterlambatan antara realisasi fisik pelaksanaan dengan rencana), ya masih positif kalau ngelihat dari jadwal mah ya. Karena kan targetnya itu sampai Desember jadwalnya, ya, gitu.”jelas Dani lebih lanjut.

“Nah, rencananya minggu ini informasinya sih mau ganti karena kemarin ada kendala suplier aspal dan lain-lain ya, istilahnya ya sekarang ini mungkin akan ada pergantian dari AMP-nya (Pabrik Pencampur Aspal) gitu ya,” pungkasnya.

Sementara itu sebagai bentuk perimbangan pemberitaan, upaya mengkonfirmasi pihak PT Alaskan Zayden Xavier dan pihak pihak terkait lainnya sampai berita ini diturunkan masih terus dilakukan.

 

Reporter : Nina Melani Paradewi

Popular Articles

Popular Articles