spot_img
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img
spot_img
spot_img

POS TERKAiT

Kerusakan Jalan Badami-Loji, KDM Beberkan Tiga Perusahaan Truk Tambang di Karawang, Haji Jenal Aripin Beri Penjelasan 

spot_img

KARAWANG | ONEDIGINEWS.COM |  Polemik kerusakan infrastruktur jalan di wilayah Karawang kembali menjadi sorotan publik setelah video pernyataan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), beredar luas.

Dalam video tersebut, gubernur menyoroti aktivitas truk pengangkut bahan tambang yang disebut turut menjadi pemicu kerusakan ruas jalan Badami-Loji.

Dalam rekaman video yang beredar, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan informasi yang didasarkan pada prinsip keterbukaan publik mengenai penyebab kerusakan infrastruktur di wilayah tersebut.

“Saya menyampaikan sebuah informasi yang menjadi prinsip keterbukaan publik. Kerusakan jalan Badami-Loji, selain oleh mobil truk pengangkut semen produksi PT Juishin, juga disebabkan oleh truk pengangkut bahan tambang,” ujar KDM dalam video tersebut.

Lebih lanjut, KDM membeberkan catatan data dari pihak perusahaan terkait tiga pengusaha asal Kabupaten Karawang yang truk pengangkut bahan tambangnya memiliki kerja sama dengan PT Juishin:

1. Cipagamas (CPM): Dimiliki oleh Haji Zainal Arifin dengan jumlah 4 unit kendaraan. Menurut catatan, armada ini sudah berhenti beroperasi selama 1 bulan. KDM juga sempat menyinggung apakah sosok tersebut berkaitan dengan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat yang aktif menyoroti jalan rusak dan sempat hadir menemui demonstran saat hari jadi Kabupaten Karawang.

2. Enggal Family: Dimiliki oleh Haji Enda (atau Haji Endang), yang disebut sudah 4 bulan tidak beroperasi.

3. PT JSM (Bapak Tino): Pengusaha asal Karawang yang memiliki 10 unit truk pengangkut bahan tambang dan dilaporkan masih beroperasi.

Di akhir pernyataannya, gubernur berpesan agar semua pihak bersama-sama menjaga aset negara demi kepentingan masyarakat luas tanpa mengambil keuntungan pribadi.

Menanggapi hal tersebut, salah satu pengusaha lokal yang namanya turut disebut dalam video, Haji Zaenal Arifin, memberikan klarifikasi terbuka sekaligus penjelasan rinci mengenai status operasional perusahaannya.

Saat dimintai tanggapannya, Haji Zaenal Arifin membenarkan bahwa perusahaan yang disebutkan dalam video tersebut adalah miliknya. Namun, ia menegaskan bahwa pengoperasian harian armada tidak berada langsung di bawah kendalinya, melainkan dipegang oleh para karyawan dan kepala bagian unit mobil.

“Betul itu adalah perusahaan saya, akan tetapi terkait operasional harian bukan di tangan saya, adanya di karyawan atau bagian unit mobil, jadi bukan saya yang bertanggung jawab langsung atas operasional unit-unit mobil tersebut,” ujar Haji Zaenal Arifin, Rabu (16/9/2026).

Ia juga mengaku tidak mengetahui secara rinci titik lokasi operasional maupun teknis kerja sama armada miliknya di lapangan.

Menurutnya, laporan terkait pekerjaan dan hasil operasional baru disampaikan oleh staf kepada dirinya secara berkala, yakni satu bulan sekali.

Terkait keterlibatan armadanya yang disebut-sebut bekerja sama dengan pihak lain, Haji Zaenal Arifin mengaku baru mengetahuinya setelah menerima laporan. Dari total 4 unit mobil yang dikerjasamakan, ia menyebutkan bahwa yang aktif beroperasi di lapangan hanya 2 unit.

Begitu mengetahui armadanya digunakan dalam skema kerja sama dengan pihak PT MPB, ia langsung mengambil tindakan tegas dengan menghentikan operasional.

“Adapun kemudian ternyata unit-unit mobil saya bekerja sama dan digunakan oleh PT MPB, saya tidak tahu. Dari laporan mereka, memang ada 4 unit mobil yang dikerjasamakan, dan baru aktif digunakan atau beroperasional itu baru 2 unit. Begitu kedapatan atau begitu saya mengetahui hal tersebut, saya pun langsung stop, dan sudah satu bulan lebih kami putuskan kerja sama dan tidak beroperasional lagi,” tegasnya.

Menanggapi pernyataan Gubernur Jawa Barat dalam video tersebut, Haji Zaenal Arifin menanggapinya secara positif. Ia menilai apa yang disampaikan oleh gubernur merupakan bagian dari prinsip keterbukaan informasi publik.

Terlebih lagi, dalam video tersebut gubernur juga telah menyampaikan fakta bahwa perusahaan miliknya sudah tidak beroperasi selama kurang lebih satu bulan.

“Menanggapi video Pak Gubernur, saya tidak apa-apa, hal tersebut bagian dari keterbukaan, karena memang begitu adanya. Dan Pak Gubernur pun mengatakan bahwa memang perusahaan saya sudah satu bulan tidak beroperasi, serta karena memang saya tidak tahu bahwa kendaraan saya digunakan,” pungkasnya.

Sementara itu, pihak pengusaha lain yang namanya turut disebut dalam video gubernur, yakni H Enda selaku pemilik perusahaan Enggal Family, hingga berita ini diturunkan belum memberikan respons atau jawaban saat dikonfirmasi oleh awak media.

 

 

Reporter : Nina Melani Paradewi

Popular Articles

Popular Articles