spot_img
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

POS TERKAiT

Melawan Arus Industrialisasi, Pajero Style Farm Terapkan Sistem Integrated Farming Berbasis Pupuk Organik di Karawang

spot_img

KARAWANG | ONEDIGINEWS.COM | Di tengah masifnya alih fungsi lahan dari lumbung padi menjadi kawasan industri di Kabupaten Karawang, Muhammad Rizal Fauzi melalui Pajero Style Farm justru membawa napas baru bagi dunia pertanian. Ia sukses mengintegrasikan peternakan domba dengan sistem pertanian terpadu (integrated farming).

Semakin sulitnya mencari rumput di area industri memaksa Rizal memutar otak dengan menggunakan pakan alternatif berupa complete feed (campuran konsentrat, ampas tahu, dan limbah pertanian).

Namun, hasil sampingan berupa kotoran ternak justru menjadi emas hitam.bagi lahan pertaniannya.

“Kami menerapkan sistem integrated farming, di mana limbah peternakan dimanfaatkan sebagai media tanam. Kami mengolah kotoran menjadi pupuk organik dan urin domba menjadi Pupuk Organik Cair (POC),” ungkap Rizal.

Langkah ini diambil Rizal untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk dan pestisida kimia.

Hasilnya pun mengejutkan. Meski secara kuantitas hasil panen padi tidak melonjak drastis, kualitas bulir padi menjadi lebih berat dan tanaman jauh lebih tahan terhadap serangan hama. Bahkan, ekosistem tanah yang dulunya mati akibat kimia, kini kembali hidup.

“Alhamdulillah bagus. Tanaman lebih hijau, dan ekosistem mulai kembali seperti munculnya cacing dan belut di tanah,” tambahnya.

Meski usaha ini terlihat stabil, Rizal tak menampik adanya tantangan berat, seperti wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sempat merenggut nyawa lima ekor sapinya tahun lalu.

Namun, dengan koordinasi ketat bersama Dinas Peternakan dan pengelolaan kesehatan yang rutin, kerugian dapat diminimalisir.

Saat ini, Pajero Style Farm menyediakan sapi dengan rentang harga Rp18 juta hingga Rp45 juta, serta domba di kisaran Rp2 juta hingga Rp8 juta.

Rizal membuktikan bahwa limbah ternak yang dikelola dengan ilmu pengetahuan tidak hanya menekan biaya produksi, tapi juga menjaga kedaulatan pangan di tengah gempuran beton industri Karawang.

Reporter : Nina Melani Paradewi

Popular Articles

Popular Articles