spot_img
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img
spot_img
spot_img

POS TERKAiT

Pendapatan Anjlok Capai Kerugian Puluhan Miliar Akibat Oil Spill, HNSI Tuntut Transparansi Tim Investigasi dan RDP Lanjutan  

spot_img

KARAWANG | ONEDIGINEWS.COM | Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Karawang yang juga sekaligus anggota DPRD Kabupaten Karawang dari Fraksi Partai Demokrat, Budianto, menyoroti lambannya penanganan dan transparansi terkait kasus tumpahan minyak yang merugikan para nelayan hingga puluhan miliar rupiah.

Kasus yang bermula dari kemunculan gelembung minyak di laut ini telah berdampak parah pada hasil tangkapan nelayan sejak dua bulan terakhir.

Budianto mengungkapkan bahwa pihaknya bersama para nelayan dan pengurus TPI (Tempat Pelelangan Ikan) merasa diabaikan karena tidak dilibatkan secara optimal dalam tim investigasi awal.

Padahal, dampak kerugian dirasakan langsung oleh ribuan nelayan di 12 TPI wilayah Desa Ciparage Jaya.

“ Pendapatan nelayan anjlok drastis, jika normalnya bisa mencapai ratusan juta rupiah per hari di suatu wilayah, kini nelayan hanya mengantongi belasan juta rupiah saja. Total kerugian dari 12 TPI di wilayah Ciparagejaya dan sekitarnya ditaksir mencapai puluhan miliar rupiah,” kata Budianto kepada wartawan mengungkapkan, Selasa (1/9/2026).

Lebih lanjut dikatakannya, Berdasarkan hasil uji laboratorium (lab) sebelumnya yang menyatakan tumpahan bukan berasal dari Pertamina EP (PHE), Budianto mendesak agar pihak berwenang segera berkoordinasi dengan empat perusahaan pemilik pipa lain yang beroperasi di jalur laut tersebut.

“Disana kan ada empat perusahaan lainnya, kan bisa PHE ONWJ berkoordinasi dengan perusahaan-perisahaan tersebut jika memang mereka mengklaim bahwa oil spill tersebut bukan milik mereka, saya sempat katakan seperti itu,” imbuhnya.

Oleh karenanya, HNSI mendesak Komisi III DPRD Karawang segera memfasilitasi RDP lanjutan dengan memanggil seluruh pihak terkait, termasuk memperjelas siapa saja anggota tim investigasi independen yang dibentuk untuk mengusut tuntas sumber kebocoran.

“Kami para nelayan, berharap persoalan ini dapat segera diselesaikan secara transparan tanpa harus menunggu waktu lama, mengingat ribuan nelayan sangat bergantung pada hasil laut yang kini tercemar dan terganggu akibat musim timur serta tumpahan minyak tersebut,” pungkasnya .

 

Reporter : Nina Melani Paradewi

Popular Articles

Popular Articles