spot_img
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img
spot_img
spot_img

POS TERKAiT

Sambut Musim Penghujan, CDK Wilayah IX Dinas Kehutanan Jabar Siapkan Program Rehabilitasi Lahan

spot_img

SUMEDANG | ONEDIGINEWS.COM | Memasuki awal musim penghujan tahun ini, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat melalui Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah IX mematangkan berbagai langkah strategis di bidang kehutanan. Fokus utama difokuskan pada persiapan rehabilitasi lahan kritis, melalui peran serta masyarakat melalui pola Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) “Jaga Leuweung” dalam mendukung penghijauan lingkungan.

Kepala CDK Wilayah IX Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Agus Sukondi, S.Hut., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan penanaman di lapangan dijadwalkan mulai dilaksanakan setelah hujan yang diperkirakan pada awal hingga pertengahan November mendatang, menunggu kondisi curah hujan benar-benar normal dan merata.

“Untuk kegiatan rehabilitasi, kemungkinan kita akan menunggu hujan yang periodiknya sudah normal, diperkirakan awal minggu kedua atau ketiga bulan November,” ujar Agus, saat di konfirmasi di ruang Kerjanya. Selasa, (27/10/2026).

Dalam upaya rehabilitasi tersebut, bekerja sama dengan jaga leuweung, pihaknya telah membuat persemaian dengan berbagai komoditas tanaman, mulai dari jenis kayu-kayuan seperti balsa dan gmelina, hingga tanaman produktif jenis Multi-Purpose Tree Species (MPTS) seperti kopi. Kendati permohonan bibit dari berbagai lembaga dan masyarakat terus berdatangan, Agus menjelaskan bahwa ketersediaan stok bibit tahun ini cukup terbatas menyusul adanya penyesuaian dan transisi pola Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) menuju pola “Jaga Leuweung” di Jawa Barat.

Di tengah kebijakan efisiensi yang berjalan, CDK Wilayah IX kini lebih mengarahkan program untuk membangkitkan peran serta dan partisipasi aktif masyarakat. Guna memperluas jangkauan serta efektivitas penghijauan, pihaknya terus memperkuat sinergi lintas sektor.

Agus Sukondi mengapresiasi sinergi yang telah terjalin baik bersama jajaran Kementerian Agama (Kemenag) pada tahun sebelumnya melalui program Pengantin Peduli Lingkungan (PEPELING), diantaranya melibatkan Kantor Urusan Agama (KUA).

“Kalau dengan Kemenag itu tahun lalu kita sudah berkolaborasi terkait PEPELING. Dan sekarang juga, kita akan berkoordinasi dengan teman-teman di Kemenag terkait programnya bagaimana, di mana, dan seperti apa pelaksanaannya,” ungkap Agus.

Melalui skema kolaborasi lintas instansi ini, CDK Wilayah IX berperan aktif memberikan pendampingan teknis di lapangan, hingga proses penanaman terpadu bersama unsur lembaga keagamaan, Kelompok Tani Hutan (KTH), dan masyarakat luas dapat berjalan dengan baik.

Sementara itu, di tengah rencana persiapan lapangan untuk luasan areal rehabilitasi, termasuk kawasan di bawah pola Jaga Leuweung serta rencana aksi penanaman baik dari lokasi tanam dan realisasinya masih dalam penentuan. Pihak CDK optimis seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan optimal seiring membaiknya kondisi cuaca.

“Penanaman perdana secara serentak direncanakan terlaksana pada pertengahan hingga akhir November 2026, bertepatan dengan momentum Hari Menanam Pohon Indonesia,” pungkasnya.

 

Reporter : Rizky Prasetyo

Popular Articles

Popular Articles