spot_img
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

POS TERKAiT

MBG Dinilai Turunkan Kemiskinan dan Dorong Ekonomi Lokal di Kabupaten Bekasi

BEKASI | ONEDIGINEWS.COM — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah pusat dinilai memberi dampak signifikan terhadap penurunan kemiskinan sekaligus penguatan ekonomi lokal di Kabupaten Bekasi. Selain meningkatkan pemenuhan gizi anak, program ini juga berkontribusi mengurangi beban pengeluaran rumah tangga.

Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Kabupaten Bekasi, Fadly Marissatrio, menyatakan bahwa MBG menjadi salah satu instrumen strategis dalam menekan kemiskinan secara tidak langsung.

“Jika sebelumnya satu anak rata-rata membutuhkan uang jajan sekitar Rp10 ribu per hari untuk makan, kini pengeluaran tersebut bisa ditabung atau dialihkan untuk kebutuhan lain dalam keluarga,” jelas Fadly.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Bekasi mengoptimalkan MBG sebagai penggerak perputaran ekonomi lokal, khususnya di tingkat desa. Berdasarkan instruksi Kementerian Dalam Negeri, pemerintah daerah berperan sebagai koordinator Satuan Tugas (Satgas) MBG.

“Di Kabupaten Bekasi, Satgas MBG resmi dibentuk pada 2026 melalui SK Bupati. Setelah itu kami langsung bergerak ke lapangan,” ujarnya.

Strategi yang diterapkan adalah menghubungkan petani dan nelayan lokal dengan dapur MBG melalui peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Dengan skema ini, bahan baku pangan diupayakan tidak lagi dibeli dari pasar dengan harga tinggi, melainkan langsung dari produsen lokal.

“Kami mendorong petani menjual hasil panennya ke BUMDes, kemudian BUMDes memasok ke dapur MBG. Dengan demikian, petani terbantu, BUMDes semakin hidup, dan ekonomi desa berputar,” ungkap Fadly.

Salah satu contoh keberhasilan model ini terlihat pada BUMDes Pebayuran di Desa Karangpatri, yang kini mampu menyerap lebih dari 50 tenaga kerja.

“Model ini akan kami jadikan best practice atau proyek percontohan agar BUMDes lain di Kabupaten Bekasi dapat berkembang dengan pola serupa,” tambahnya.

Menurut Fadly, sinergi MBG dengan potensi lokal merupakan langkah strategis agar program nasional ini tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif dan berkelanjutan.

“Tujuannya adalah menumbuhkan perputaran ekonomi di wilayah. BUMDes diposisikan sebagai pemasok utama bahan baku MBG, sementara petani, nelayan, dan pembudidaya menjadi mitra pemasoknya,” pungkasnya.

Popular Articles