KARAWANG | ONEDIGINEWS.COM | Sebuah laporan mengejutkan datang dari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Sindangmulya, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Melalui aduan masyarakat di salah satu forum grup media, diduga ditemukan adanya larva atau belatung yang merayap di dalam buah naga yang disajikan untuk siswa SDN Sindangmulya 1 dan 2. Dalam sebuah rekaman video yang diterima redaksi, tokoh masyarakat setempat, Wakil Carim, memberikan kesaksian yang cukup keras terhadap kualitas layanan Satuan Pelayanan Makan Bergizi (SPPG), yang informasinya berlokasi di Desa Sindangmulya tersebut.
*”Izin melaporkan kepada Satgas BGN Kabupaten Karawang, menu yang disajikan oleh SPPG Sindangmulya diduga banyak yang tidak layak. Salah satunya buah-buahan itu ada belatung. Mohon untuk segera ditindaklanjuti dan segera ditutup. Terima kasih, salam dari Desa Sindangmulya,” tegas Wakil Carim dalam video tersebut sambil menunjukkan tumpukan wadah makanan.
Insiden ini menunjuk langsung pada lemahnya pengawasan di lini produksi dapur SPPG.
Keberadaan Ahli Gizi yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam memastikan keamanan pangan kini dipertanyakan kinerjanya.
Begitu pula dengan Kepala Dapur yang bertanggung jawab penuh atas kontrol kualitas sebelum makanan dikemas ke dalam wadah stainless steel.
Bagaimana mungkin buah yang jelas-jelas mengandung larva bisa lolos dari tahap pencucian, pemotongan, hingga pengemasan plastik jika prosedur standar operasional (SOP) dijalankan dengan benar?.
Sejatinya, program yang didanai oleh Badan Gizi Nasional (BGN) ini bertujuan meningkatkan derajat kesehatan siswa, namun temuan ini justru dinilai akan menimbulkan risiko medis serius bagi anak-anak.
Sampai berita ini diturunkan, upaya mengonfirmasi kepada pihak pengelola SPPG Sindangmulya masih terus dilakukan guna mendapatkan klarifikasi terkait kegagalan sistem kontrol kualitas di dapur mereka.
Reporter : Nina Melani Paradewi





