spot_img
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img
spot_img
spot_img

POS TERKAiT

Aroma Busuk SPMB SMAN 1 Cikampek Mencuat, Unang Bantah Jual Kursi Rp15 Juta, Seret Nama Kepsek Sebelumnya  

spot_img

KARAWANG | ONEDIGINEWS.COM | SMAN 1 Cikampek digoyang isu miring. Praktik lancung diduga kuat mengotori proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di salah satu sekolah favorit tersebut.

Tak tanggung-tanggung, tarif “jual-beli kursi” untuk meloloskan calon siswa dikabarkan menembus angka fantastis, mencapai hingga Rp15 juta per siswa.

Ironisnya, dugaan pungutan liar (pungli) ini disinyalir melibatkan lingkaran dalam sekolah. Seorang calon orang tua siswa, yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keselamatan anaknya, blak-blakan mengaku telah merogoh kocek tak sedikit agar anaknya bisa masuk disekolah tersebut. Ia bahkan menyebut nama sang kepala sekolah, Unang, secara spesifik.

“Saya bayar Rp15 juta. Padahal Kepseknya teman saya sendiri, kenal baik, saya juga sering main ke rumahnya. Tapi uang itu tetap diminta langsung oleh Pak Unang,” ungkap sumber tersebut kepada redaksi dengan nada kecewa.

Mendapat tudingan serius yang mengarah langsung ke dirinya, Kepala SMAN 1 Cikampek, Unang, dalam sesi wawancara bersama awak media diruangnya pada Jumat (26/6/2026) kemarin, langsung pasang badan.

Ia membantah keras adanya komersialisasi kursi siswa di bawah kepemimpinannya.

Menariknya, alih-alih meredam suasana, Unang justru melontarkan pernyataan yang memantik kecurigaan baru terkait adanya dugaan warisan”l praktik mafia sekolah dari kepemimpinan sebelumnya.

“Alhamdulillah, semenjak saya menjabat di sini, tidak ada yang namanya siswa titipan, apalagi sampai harus bayar Rp15 juta. Enggak tahu kalau Kepsek yang sebelumnya, karena saya dengar sampai ada yang buka posko (titipan) di luar sekolah, di rumah salah satu guru,” cetus Unang membela diri.

Merasa bersih, Unang bahkan menantang pihak berwenang untuk mengusut tuntas kasus ini. Ia mengaku siap diperiksa, bahkan oleh orang nomor satu di Jawa Barat sekalipun, jika tuduhan tersebut terbukti.

Sementara itu, sampai berita ini diturunkan, upaya perimbangan pemberitaan terus dilakukan, dengan kembali mengkonfirmasi Kepala Sekolah SMAN 1 Cikampek Unang. Dalam pesan singkatnya Unang membantah hal tersebut

”Info itu tdk benar,sepanjang ini spmb dilaksanakan by sistem,”tambahnya.

Terpisah, Sengkarut dugaan pungli di SMAN 1 Cikampek ini langsung memantik respons dari Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah IV.

Pihak dinas menegaskan tidak akan mentoleransi main mata dalam proses SPMB.

Humas KCD Wilayah IV, Noval, menantang masyarakat yang menjadi korban atau mengetahui praktik kotor ini untuk segera melapor secara resmi.

Ia berjanji akan menyembunyikan identitas pelapor agar terhindar dari intimidasi.

“Secara tegas kami melarang sekolah ‘bermain’ dalam pelaksanaan SPMB. Jika masyarakat menemukan adanya dugaan kecurangan, silakan laporkan kepada kami dengan membawa bukti sebagai dasar tindakan. Kami akan melindungi pelapor dan menyembunyikan identitasnya,” tegas Noval.

 

 

Reporter : Nina/Jml

Popular Articles

Popular Articles