SUMEDANG | ONEDIGINEWS.COM | Suasana khusyuk dan khidmat menyelimuti Lapangan Pusdai Islamic Center Sumedang pada Kamis malam (22/10/2026).
Ribuan santri dari berbagai penjuru Kabupaten Sumedang memadati lokasi untuk menghadiri acara Sumedang Bersholawat dan Tabligh Akbar, yang menjadi puncak peringatan Hari Santri Nasional tingkat Kabupaten Sumedang.
Acara ini dihadiri langsung oleh pendakwah sekaligus youtuber sholawat kenamaan, Gus Aldi (Muhammad Aldiansyah), Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila, serta jajaran ulama, tokoh agama, dan ribuan santri yang antusias melantunkan sholawat bersama.
Dalam sambutannya, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan menyebut malam puncak ini sebagai momen yang sangat istimewa.
”Malam Puncak ini diisi kegiatan Sumedang Bersholawat. Ini luar biasa, para santri hadir di tempat ini tanpa imbalan, bukan karena jabatan, dan bukan berkaitan dengan urusan duniawi. Tapi datang murni ingin memperingati Hari Santri dengan Sumedang Bersholawat,” ujar Dony.
Bupati meyakini bahwa kehadiran serta setiap langkah para santri menuju majelis tersebut dicatat sebagai amal kebaikan di sisi Allah SWT.
”Setiap lantunan sholawatnya menjadi sababiah turunnya rahmat dari Allah SWT. Setiap doa yang kita mohonkan dan kita panjatkan malam ini, insya Allah dikabulkan oleh-Nya,” tambahnya.
Lebih lanjut, Dony menekankan bahwa Peringatan Hari Santri hendaknya dijadikan momentum dan wahana untuk mengingat kembali sejarah perjuangan bangsa. Ia mengingatkan bahwa para ulama dan santri memiliki rekam jejak yang panjang dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
”Saya menyerukan kepada para santri, jangan pernah merasa menjadi generasi kedua. Jangan merasa santri ada di pinggiran sejarah. Santri berada di posisi yang sangat penting untuk sejarah saat ini dan masa depan Indonesia,” tegas Bupati.
Menghadapi era modernisasi dan perkembangan dunia yang kian pesat, Bupati Dony mengingatkan bahwa tantangan bagi para santri ke depan akan semakin kompleks. Berbagai ancaman sosial seperti judi online, pinjaman online (pinjol) ilegal, narkoba, minuman keras, perilaku hedonis, intoleransi, radikalisme, hingga korupsi menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi.
Untuk menjawab tantangan zaman tersebut, Dony menilai bangsa Indonesia membutuhkan generasi unggul yang seimbang antara intelektualitas dan moralitas.
”Bangsa kita membutuhkan generasi yang cerdas pikirannya, tetapi bersih hatinya. Punya ilmu pengetahuan, tetapi punya adab. Menguasai teknologi, tetapi tetap memiliki iman dan akhlak. Ciri-ciri seperti ini ada pada diri para santri,” jelasnya.
Mengakhiri sambutannya, Bupati Dony memberikan pesan mendalam bagi seluruh santri agar tetap menjadi pribadi yang rendah hati serta memegang teguh jati diri.
”Santri harus jadi orang alim, tapi tidak boleh merasa paling alim. Santri harus cerdas, tapi tetap rendah hati. Santri harus modern, tapi tetap mempunyai jati diri dan tradisi yang dijaga. Santri harus maju, tapi akarnya tetap agama dan budaya sebagai pondasinya,” pungkas Dony.
Reporter : Rizky Prasetyo








