spot_img
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img
spot_img
spot_img

POS TERKAiT

Semburan Api Besi Cair PT KPSS Nyaris Lumpuhkan Seorang Buruh, Kades Tamanmekar Buka Suara Minimnya Pelindung Wajah K3

spot_img

KARAWANG | ONEDIGINEWS.COM | Kepala Desa Tamanmekar, Karma, memberikan klarifikasi resmi terkait insiden ledakan tungku peleburan baja di PT. KPSS yang menimpa buruh outsourcing bernama Surya (28).

 

Menanggapi sorotan publik terkait dugaan minimnya Alat Pelindung Diri (APD) Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) serta isu upaya pembungkaman media, Kades Tamanmekar membantah keras tuduhan membungkam pers dan membeberkan fakta serta upayanya dalam membela hak korban.

Mengenai tuduhan minimnya standar K3 dan penggunaan APD di lokasi kerja, Karma mengungkapkan bahwa berdasarkan pemantauannya, ketersediaan APD dasar seperti sepatu keselamatan sebenarnya sudah diterapkan di lingkungan pabrik.

Namun, terkait dahsyatnya semburan cairan besi panas saat ledakan tungku terjadi, menurutnya hal tersebut merupakan musibah tak terduga yang sulit dihalangi oleh APD biasa pada umumnya.

“Sejujurnya untuk pekerjaan ini sebenarnya sudah aman seperti penggunaan sepatu safety itu sudah diterapkan. Tapi kalau ledakan sampai terjadi semburan cairan panas, itu memang sulit untuk dihalangi. Gimana kita mau menghalanginya kalau sudah meledak dan menyembur?” ujar Karma saat dikonfirmasi media.

Saat disinggung mengenai ketiadaan APD khusus seperti pelindung wajah untuk pekerjaan peleburan suhu tinggi, ia mengiyakan bahwa peralatan spesifik tersebut memang belum tersedia di lapangan sebagaimana dikonfirmasi oleh warga setempat yang pernah bekerja di area tersebut.

Terkait tuduhan yang menyebutkan dirinya berupaya membungkam pemberitaan media dengan iming-iming pengangkatan korban sebagai karyawan tetap, Karma secara tegas membantah hal tersebut.

Ia menegaskan, tindakan yang dilakukannya murni merupakan bentuk lobi kemanusiaan kepada pimpinan perusahaan dan aparat penegak hukum, bukan untuk melarang wartawan melakukan kerja jurnalistik.

“Jangan diinisiasikan seperti itu, saya tidak ada maksud membungkam media. Kalau membungkam itu kan melarang mengekspos, ‘jangan diekspos ke mana-mana’. Saya tidak melarang. Saya hanya memohon tolong situasi ini dirapikan dan difokuskan dulu penanganannya,” tegas Karma.

Ia menambahkan, langkah lobi tersebut ditempuh mengingat kondisi fisik korban yang terancam mengalami cacat seumur hidup akibat luka bakar berat. Sebagai kepala desa, ia merasa bertanggung jawab agar korban yang berstatus buruh outsourcing (yayasan) tidak dicopot begitu saja setelah musibah terjadi.

“Saya melobi ke pemilik perusahaan (Mr. Lee) dan berkoordinasi dengan pihak Kepolisian. Saya tekankan, kasihan korban ini bisa cacat seumur hidup. Jangan sampai karena dia hanya tenaga yayasan, setelah kejadian lalu dikeluarkan begitu saja. Saya perjuangkan agar ada kepastian masa depannya,” lanjutnya.

Karma tidak menampik bahwa dirinya memiliki hubungan komunikasi yang cukup dekat dengan pemilik PT KPSS, Mr. Lee. Kedekatan tersebut ia manfaatkan secara responsif untuk memantau langsung perkembangan kondisi korban dan memastikan pihak manajemen bertanggung jawab penuh.

“Kalau ada kejadian apa-apa saya memang langsung telepon pimpinannya. Respons mereka cukup baik. Saya juga terus menenangkan pihak keluarga korban agar bersabar, sembari saya terus mengawal proses lobi ini ke pimpinan perusahaan,” pungkasnya.

 

Reporter: Nina Melani Paradewi Editor: Tim Redaksi Onediginews.com

Popular Articles

Popular Articles