spot_img
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img
spot_img
spot_img

POS TERKAiT

SKANDAL DI RUANG PRAKTIK, Dua Oknum Guru SMK Muhammadiyah 1 Karawang Diduga Lakukan Asusila ke Siswi

spot_img

KARAWANG | ONEDIGINEWS.COM | Dunia pendidikan kembali dicoreng oleh dugaan tindakan amoral yang melibatkan tenaga pendidik Dua orang oknum guru berinisial R dan G yang mengajar di jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) SMK Muhammadiyah 1 diduga melakukan perbuatan asusila terhadap dua orang siswinya di lingkungan sekolah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa mencoreng nama baik institusi pendidikan tersebut diduga terjadi di ruang praktik teknik sekolah saat jam pelajaran praktik berlangsung.

Aksi tidak terpuji ini sontak memicu kemarahan dan kegaduhan di kalangan para siswa yang mengetahui kejadian tersebut di lingkungan sekolah.

Mengetahui situasi mulai memanas dan berpotensi menjadi buah bibir, pihak manajemen sekolah dikabarkan langsung bergerak cepat.

Pihak sekolah mengumpulkan para siswa untuk diredam agar suasana kembali kondusif serta mencegah informasi tersebut bocor dan meluas ke luar lingkungan sekolah.

Tidak hanya para siswa, kedua oknum guru berinisial R dan G yang diduga terlibat turut dipanggil dan dikumpulkan bersama dalam pengarahan internal tersebut.

Kendati pihak sekolah berupaya menutup rapat insiden ini agar tidak mencuat ke publik, desakan transparansi dan perlindungan terhadap korban mendesak untuk dikedepankan.

Praktik pendisiplinan moral dan penegakan hukum internal sekolah dipertanyakan, mengingat dunia pendidikan seharusnya menjadi ruang aman bagi para peserta didik, bukan justru menjadi tempat terjadinya pelanggaran etika dan hukum.

Sebagai bentuk perimbangan pemberitaan, penegakan kode etik jurnalistik, serta pelaksanaan prinsip cover both sides, redaksi onediginews.com telah berupaya melakukan konfirmasi dan meminta tanggapan resmi terkait dugaan perbuatan asusila tersebut kepada Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 1, Heny.

Namun, hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan respons maupun jawaban resmi.

 

Reporter : Nina Melani Paradewi

Popular Articles

Popular Articles