SUMEDANG | ONEDIGINEWS.COM | Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sumedang terus mengoptimalkan pendataan dan penyaluran program Perlindungan Sosial (Perlinsos) guna menembus posisi 5 besar dengan mengejar target capaian 60 persen hingga akhir Desember mendatang.
Langkah percepatan ini ditempuh mengingat posisi Kabupaten Sumedang saat ini masih tertahan di peringkat ke-15 akibat tersusul oleh daerah lain, dengan realisasi capaian yang baru menyentuh angka 54,20 persen dari total sasaran sebanyak 248.471 Kepala Keluarga (KK).
Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Sumedang, H. Ahmad Syaripudin, A.KS., menegaskan bahwa meskipun capaian ideal adalah 100 persen, keberhasilan menembus angka 60 persen pada akhir tahun ini sudah cukup untuk mendongkrak posisi Kabupaten Sumedang masuk ke jajaran 5 besar.
“Nominasinya saat ini berada di urutan ke-15, makanya target sampai Desember sekarang harus masuk ke 60 persen. Kalau capaian yang bagus tentu 100 persen, cuma kalau sudah mencapai 60 persen berarti kita sudah bisa masuk ke 5 besar, mengingat saat ini kita sudah tersusul oleh kabupaten yang lain. Realisasi sekarang masih di angka 54,20 persen dari total target 248.471 KK, sehingga kita ingin mengejar sampai 60 persen terlebih dahulu,” jelas Sekdinsos H. Ahmad, saat di konfirmasi. Jumat (06/11/2026).
Terkait rincian pendataan secara keseluruhan, H. Ahmad menuturkan bahwa mayoritas warga Kabupaten Sumedang yang telah terdata secara digital dalam program Perlinsos direkrut melalui peran aktif ribuan agen di lapangan.
“Untuk Perlinsos secara digital, dari total yang terdaftar sebanyak 248.471 KK, metode pendaftaran melalui agen sudah mencapai 232.101 KK dengan dukungan total agen aktif di lapangan sebanyak 19.900 orang,” ucapnya merinci.
Dalam pemaparannya, Sekdis H. Ahmad menerangkan bahwa data capaian Perlinsos di Kabupaten Sumedang dikelompokkan berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi masyarakat (desil) serta status kepesertaan bantuan sosial nasional, yakni Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH).
“Untuk komposisi desilnya, kategori desil 1 sampai 4 tercatat sebanyak 135.856 KK atau sudah mencapai 54,68 persen, sedangkan desil 5 sampai 10 sebanyak 106.348 KK atau 42,30 persen. Sementara untuk status bantuan sosialnya, tercatat penerima BPNT mencapai 245.168 KPM dan penerima PKH sebanyak 222.324 KPM,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dinsos Sumedang juga memetakan urutan capaian di tingkat wilayah yang menunjukkan adanya variasi persentase cukup mencolok antara jajaran lima besar kecamatan tertinggi dengan lima kecamatan terendah yang masih berstatus zona merah.
“Untuk urutan capaian tertinggi dipimpin oleh Kecamatan Ganeas sebesar 74,21 persen, disusul Tomo 67,89 persen, Cisarua 67,64 persen, Surian 64,49 persen, serta Cisitu 64,23 persen. Sedangkan untuk capaian terendah, terdapat Kecamatan Tanjungsari dengan 53 persen, Buahdua 53 persen, Sumedang Utara 48 persen, Cimanggung 38,10 persen, dan Jatinangor di angka 36,74 persen yang datanya masih berstatus merah,” terangnya.
Menyoroti belum meratanya capaian tersebut, H. Ahmad mengakui adanya sejumlah kendala teknis dan geografis yang dihadapi para petugas di lapangan, sehingga pihaknya sangat mengharapkan kolaborasi lintas sektor bersama aparat kewilayahan seperti Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
“Dari 19.900 agen yang aktif, sebagian terkendala situasi lokasi yang berada di daerah pegunungan, ditambah lagi dengan keterbatasan kuota internet serta sulitnya sinyal. Makanya, kami mengharapkan adanya bantuan dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk mendampingi petugas PKH serta agen Perlinsos di lapangan, sebab lamun teu dibantu mah bakalan terus weh tetep ngajegjreg (kalau tidak dibantu, progresnya akan terus jalan di tempat),” tuturnya.
Guna memastikan target peringkat 5 besar tersebut tercapai, Pemerintah Kabupaten Sumedang mengimbau masyarakat agar bersikap kooperatif saat petugas gabungan turun kembali ke lapangan untuk melakukan verifikasi dan validasi data.
Menjawab pertanyaan masyarakat terkait manfaat pendataan Perlinsos, H. Ahmad memastikan bahwa data tersebut menjadi acuan utama pemerintah dalam menyalurkan bantuan secara tepat sasaran bagi warga yang benar-benar membutuhkan.
“Harapannya, masyarakat yang didata bersedia memberikan data secara valid, sementara para agen bersama pendamping PKH yang dibantu Babinsa dan Bhabinkamtibmas dapat turun kembali ke lapangan untuk mengecek ulang. Terkait manfaat Perlinsos ini, warga yang masuk dalam kategori desil 1 sampai 4 dipastikan akan mendapatkan bantuan jika memerlukan, sedangkan warga mampu yang berada di desil 5 atau 6 sampai 10 tidak menerima bansos, melainkan merekalah yang justru diharapkan ikut membantu masyarakat di sekitarnya,” pungkas Sekdis H. Ahmad.
Reporter : Rizky Prasetyo







