JAKARTA | ONEDIGINEWS.COM | Perkembangan media digital membuka peluang bagi generasi muda untuk menyampaikan pesan keagamaan kepada masyarakat luas.
Peluang tersebut menjadi salah satu fokus peluncuran Program Dai Sejuta Mimbar yang digagas Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Program tersebut diluncurkan di Auditorium Gedung B.J. Habibie, BRIN, Jakarta, Jumat (16/10/2026), melalui kolaborasi dengan Yayasan Harika untuk Kemanusiaan.
Melalui program ini, generasi muda didorong memanfaatkan perkembangan teknologi untuk menyampaikan nilai-nilai Islam dengan pendekatan yang kreatif dan sesuai dengan kehidupan sehari-hari.
Kepala BRIN, Arif Satria, menilai media sosial, video pendek, dan podcast dapat menjadi sarana untuk memperluas jangkauan dakwah.
Namun, penggunaan berbagai platform tersebut perlu diimbangi dengan pengetahuan yang memadai agar informasi yang disampaikan dapat dipertanggungjawabkan.
“Dakwah di era digital tidak cukup hanya mengandalkan kreativitas dan jangkauan yang luas, tetapi juga harus didukung oleh substansi pengetahuan yang kuat dan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Arif.
Ia berharap generasi muda mampu menggunakan teknologi untuk menyebarkan pesan kebaikan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Keberhasilan dakwah digital perlu dilihat dari manfaat dan dampak nyata yang dihasilkan,” tegasnya.
Selain pengembangan dakwah digital, kolaborasi BPKH dan BRIN juga mencakup Program Haji Muda.
Program ini mendorong generasi muda mempersiapkan ibadah haji sejak dini melalui peningkatan literasi haji dan pengelolaan keuangan.
Anggota Badan Pelaksana BPKH, Harry Alexander, mengatakan persiapan haji membutuhkan perencanaan jangka panjang, termasuk membangun kebiasaan menabung dan kesiapan spiritual.
“Persiapan ibadah haji perlu dimulai sejak usia muda. Haji bukan hanya tentang keberangkatan ke Tanah Suci, tetapi juga tentang membangun komitmen jangka panjang melalui perencanaan keuangan yang disiplin,” ujar Harry.
Keterlibatan BRIN dalam kolaborasi ini juga membuka peluang pemanfaatan riset untuk mendukung pengembangan dakwah digital.
Pendekatan berbasis penelitian dapat membantu memahami kebutuhan audiens dan mengevaluasi efektivitas penyampaian pesan kepada masyarakat.
Peluncuran program tersebut turut menghadirkan Deputi Bidang Penghimpunan BPKH Juni Supriyanto, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Banu Muhammad, peneliti BRIN Rizky Prayogo Ramadhan, serta Fatchul Wachid dari Gerakan Dai Sejuta Mimbar.
Diskusi dalam kegiatan tersebut membahas persiapan haji sejak usia muda, pengelolaan keuangan, ekonomi digital, dan strategi dakwah yang sesuai dengan karakter generasi muda.
Program ini juga mendapat dukungan dari CIMB Niaga Syariah, Danamon Syariah, Bank Mega Syariah, dan Amazon Web Services (AWS).
Melalui Dai Sejuta Mimbar, generasi muda diharapkan memiliki kesempatan lebih luas untuk berkontribusi dalam dakwah, memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab, dan menyampaikan pesan keislaman yang relevan bagi masyarakat.







