spot_img
spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img
spot_img
spot_img

POS TERKAiT

Mahasiswa Disabilitas UBP Karawang Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan Raih Pendidikan dan Prestasi

spot_img

KARAWANG | ONEDIGINEWS.COM | Setiap mahasiswa memiliki perjalanan meraih perguruan tinggi yang berbeda, perjalanan yang tidak selalu mudah dan terdapat rintangan. Bagi Andi Mahendra, mahasiswa Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan (PPKn) di Universitas Buana Perjuangan (UBP), memiliki cerita yang penuh tantangan dan pembuktian.

Andi merupakan mahasiswa disabilitas yang menggunakan kursi roda sekaligus penerima manfaat Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Bagi Andi, kursi roda bukanlah suatu penghalang untuk tetap menjalankan perkuliahan. Ia sempat diliputi mengenai fasilitas dan aksesibilitas kampus.

“Di sini, kursi roda bukanlah suatu penghalang. Saya sempat ragu juga terhadap kuliah ini karena kondisi saya. Takut kampusnya tidak aksesibel, terus jadi beban buat teman-teman juga. Alhamdulillah keraguan itu tidak terbukti. Sampai sekarang saya bisa kuliah di Universitas Buana Perjuangan ini sudah sampai semester 3.” Ujar Andi.

Kekhawatiran tersebut tidak terbukti, Andi justru merasakan kenyamanan aksesibilitas kampus yang ramah bagi penyandang disabilitas.

Sebelum memutuskan untuk berkuliah di UBP, Andi mengaku melakukan riset dan survey terlebih dahulu terhadap sejumlah perguruan tinggi. Ia ingin memastikan kampus yang dipilihnya merupakan kampus yang nyaman dan memiliki fasilitas yang ramah bagi mahasiswa disabilitas.

“Awalnya saya riset dulu mana saja kampus yang ramah terhadap teman-teman disabilitas. Alhamdulillah dari Universitas Buana Perjuangan ini saya menemukan suasana yang beda untuk penyandang disabilitas,” katanya.

Menurutnya akses dan fasilitas kampus cukup mendukung mobilitas mahasiswa pengguna kursi roda, dari segi lift hingga tempat parkir.

Ia menilai fasilitas inklusif bukan hanya berkaitan dengan bangunan fisik, tetapi juga menjadi bentuk penghargaan terhadap hak setiap mahasiswa untuk mendapatkan pendidikan yang setara.

Selain dukungan fasilitas, KIP Kuliah juga menjadi faktor penting yang membantu Andi melanjutkan pendidikan. Bantuan tersebut membuatnya dapat lebih fokus menjalani perkuliahan tanpa harus terlalu mengkhawatirkan persoalan biaya.

“Dampaknya sangat besar. KIP inilah yang bisa bikin saya di sini sekarang. Dengan adanya KIP, saya bisa fokus belajar, tidak khawatir dengan soal biaya,” ungkapnya.

Menurut Andi, dukungan berupa aksesibilitas dan pembiayaan pendidikan memberikan kesempatan yang lebih besar bagi dirinya untuk membuktikan kemampuan.

“Kalau ditanya lengkap tidak, kondisi fisik sudah diakomodasi, biaya sudah dibantu, dan saya tinggal buktiin kalau saya bisa,” ujarnya.

Pengalaman tersebut juga mendorong Andi untuk menyampaikan pesan kepada mahasiswa penyandang disabilitas lainnya yang masih ragu melanjutkan pendidikan tinggi.

Ia mengingatkan agar keterbatasan fisik tidak dijadikan alasan untuk membatasi cita-cita.

“Jangan biarkan keraguan dari orang lain atau diri sendiri untuk menentukan batas kemampuan kamu. Keterbatasan fisik itu nyata, tapi bukan berarti kita nggak bisa wujudkan mimpi besar,” kata Andi.

Menurutnya, setiap orang memiliki kesempatan untuk meraih pendidikan dan prestasi selama mendapatkan lingkungan yang mendukung.

Kisah Andi menjadi gambaran bahwa pendidikan inklusif membutuhkan lebih dari sekadar pernyataan.

Akses fasilitas yang memadai serta dukungan pembiayaan seperti KIP Kuliah menjadi bagian penting dalam membuka kesempatan pendidikan bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang.

UBP Karawang pun dipandang Andi sebagai salah satu lingkungan yang memberikan ruang bagi mahasiswa disabilitas untuk belajar dan berkembang.

Melalui fasilitas yang mendukung dan program beasiswa, pendidikan tinggi diharapkan semakin terbuka bagi semua mahasiswa, termasuk penyandang disabilitas. Bagi Andi, kesempatan tersebut bukan sekadar tentang bisa berkuliah, tetapi juga tentang membuktikan bahwa keterbatasan bukan batas bagi seseorang untuk meraih masa depan.

Popular Articles

Popular Articles