KARAWANG | ONEDIGINEWS.COM | Pelaksanaan Musyawarah Kabupaten (Mukab) ke-VIII Kadin Karawang yang digelar di Hotel Resinda pada Rabu (15/6/2026), menjadi momentum krusial bagi kepastian arah organisasi pengusaha di Kabupaten Karawang.
Di tengah isu dualisme yang berkembang, Ketua Umum Kadin Jawa Barat sekaligus Dewan Penasehat Kadin Karawang, Nizar Sungkar, menegaskan bahwa Mukab di Hotel Resinda adalah satu-satunya kegiatan yang memiliki pijakan hukum dan konstitusi yang sah.
“Mukab ini bukan sekadar keinginan, tapi amanah konstitusi organisasi. Masa bakti pengurus periode 2021–2026 akan berakhir, maka sesuai AD/ART, kita wajib melaksanakan Mukab untuk membentuk kepengurusan baru periode 2026–2031,” tegas Nizar saat diwawancarai di sela-sela acara, Rabu (15/04/2026).
Menanggapi adanya pihak lain yang menggelar kegiatan serupa di lokasi berbeda (Hotel Mercure), Nizar menanggapi dengan dingin namun tajam.
Menurutnya, dalam organisasi besar seperti Kadin, dinamika adalah hal lumrah, namun legalitas tetap menjadi panglima.
“Kita bicara legalitas formal. Siapa yang memegang SK sah dari Kadin Jawa Barat tahun 2021? Ya kami yang ada di Hotel Resinda ini. Secara aturan, kamilah yang menjalankan mandat organisasi secara sah,” ujarnya lugas.
Meski pimpinan daerah (Forkopimda) tidak tampak hadir secara langsung, Nizar memastikan legitimasi acara tetap terjaga dengan hadirnya perwakilan dari unsur pemerintah, TNI, dan Polri.
“Ada perwakilan Camat, Kodim, dan Kepolisian. Ini bukti pengakuan bahwa kegiatan ini berjalan resmi dan tertib,” tambahnya.
Tak hanya bicara internal, Nizar juga memotret kondisi ekonomi terkini yang tengah menghimpit para pengusaha, terutama dampak kenaikan harga barang dan BBM.
Ia menyoroti hambatan pada sektor pembangunan akibat keterlambatan penyetandaran harga oleh pemerintah.
“Dampaknya luar biasa. Ada penundaan standarisasi harga barang atau bahan baku, sementara proses tender pemerintah terus berjalan. Ini membuat pengusaha berada dalam posisi dilematis,” ungkapnya.
Ia pun berharap stabilitas ekonomi global segera membaik agar iklim usaha di daerah kembali bergairah.
Ke depan, Nizar menekankan pentingnya sinergi antara Kadin dan Pemerintah Daerah. Ia membawa pesan kuat bahwa Kadin harus kembali ke marwahnya sebagai mitra strategis pemerintah dengan motto: Tabah, Jujur, dan Setia.
“Prinsipnya harus jelas: Kadin bertugas membesarkan pengusahanya, dan pemerintah bertugas membersihkan birokrasinya. Jika birokrasi bersih dan efisien, pengusaha pasti akan tumbuh subur dan berkontribusi bagi ekonomi daerah,” pungkas Nizar.
Melalui Mukab ke-VIII ini, sebanyak 90 anggota pemilik KTA resmi diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan baru yang solid dan mampu merangkul kembali seluruh elemen pengusaha di Karawang demi kemajuan bersama.
Reporter: Nina Melani Paradewi





