KARAWANG | ONEDIGINEWS.COM | Kasus dugaan kekerasan seksual yang melibatkan oknum guru berinisial KN di salah satu SMA di Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang semakin terkuak.
Setelah resmi dinonaktifkan dari profesinya sebagai pendidik, KN pun terancam kehilangan posisinya di organisasi Karang Taruna (Katar) akibat dugaan tindakan asusila terhadap siswinya.
Humas Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah IV Jawa Barat, Naufal, menyatakan bahwa KN yang merupakan Guru ASN PPPK telah resmi dinonaktifkan sementara dari tugasnya.
Langkah ini diambil sebagai respons cepat setelah kasus tersebut mencuat ke publik.
“Saat ini yang bersangkutan sudah dinonaktifkan sementara,” ujar Naufal saat dikonfirmasi.
Ia menambahkan bahwa pihak KCD telah melayangkan surat pemanggilan resmi untuk proses BAP berjenjang sebelum sanksi akhir diputuskan oleh BKD Pemprov Jabar.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kabupaten Karawang, Dhani Sudirman, menegaskan bahwa status KN di organisasi belum di SK-kan.
“Yang bersangkutan memang telah terpilih dalam musyawarah temu karya Karang Taruna Kecamatan Cibuaya mungkin dua bulan yang lalu. Namun, belum memiliki SK Pengesahan maupun SK Pengukuhan, jadi baru sebatas ketua terpilih saja,” kata Dhani, Rabu (15/4/2026).
Dhani secara tegas menyatakan tidak akan menoleransi anggota yang mencoreng nama baik organisasi.
Merujuk pada Peraturan Menteri Sosial Nomor 9 Tahun 2025, ia memastikan akan melakukan pemecatan jika indikasi pidana terbukti.
“Dengan mencemarkan atau merusak nama baik organisasi, kalau memang terbukti, jelas yang bersangkutan akan kami lakukan pemecatan dari jabatan Ketua Karang Taruna-nya, walaupun memang baru sebagai ketua terpilih,” tegasnya.
Kasus ini sempat dihebohkan dengan munculnya surat ‘damai’ bermaterai tertanggal 10 April 2026. Dhani Sudirman mengakui adanya inisiatif mediasi yang dilakukan oleh Sekretaris-nya karena faktor kedekatan wilayah.
“Mungkin yang bersangkutan konsul karena sekretaris juga sama berasal dari Cibuaya sehingga ada inisiatif itu. Mungkin inisiatifnya saja karena sesama Cibuaya,” ungkap Dhani.
Reporter : Nina Melani Paradewi





